Jokowi Motivasi 400 Kader KB

0
207
KOTA CIREBON.- Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kota Cirebon, adakan pertemuan Kader Pos KB Se Kota Cirebon, dengan tema “Mensukseskan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Bersama Pos KB dan Sub Pos KB Untuk Mewujudkan Keluarga Berketahanan Dan Berkualitas”.¬†Acara ini berlangsung di hotel Jamrud,Jl. Dr. Wahidin no 46A Kota Cirebon. Jum’at (08/12) lalu.
Hadir dalam pertemuan Wali Kota Cirebon (Nasrudin Azis), Wakil Ketua DPRD (Eti Herawati), Forkompimda, TNI/Polri, serta tamu undangan. Disebutkan kepala DPPKB peserta yang hadir mencapai lebih dari 400 kader KB se kota Cirebon.
Kepala DPPKB Deana Dewi Ratih mengajak kepada para kader perjuangan keluarga berencana agar meramaikan kedatangan Presiden Jokowi dengan membuka stand Alat dan Obat Kontrasepsi (Akseptor).
“Mari jadikan kedatangan Presiden, Bapak Jokowi di Peringatan Hari Nusantara sebagai motivasi para kader dan diharapkan ibu-ibu membawa Akseptor,” kata Deana dihadapan 400 peserta kader KB.
Deana menambahkan program KB di kota Cirebon dapat tercapai berkat perjuangan, pembinaan dan penyuluhan para kader untuk langsung bersentuhan dengan masyarakat di daerah masing-masing.
“Di kota Cirebon sudah terbentuk 4-5 kampung KB dan itu dicatat oleh Presiden Jokowi saat pertemuan di kab Cirebon. Bagi daerah yang belum mendirikan kampung KB silahkan bisa mendaftar dan nanti kita bentuk,” Ujar Deana.
Sementara itu, perwakilan kepala BKKBN provinsi Jawa Barat, S. Teguh Santoso mengatakan kader-kader KB merupakan pejuang dan aktor pembangunan dalam kemaslahatan masyarakat kota Cirebon. Pihaknya, apresiasi terhadap perkembangan kependudukan di kota Cirebon. Dari sejumlah 514 kota/kab se Indonesia dan sejumlah 27 kota/kab di Jawa Barat, kota Cirebon salah satu daerah yang berhasil menggunakan nomenklatur perangkat daerah (red. SKPD) secara mandiri.
Belum lagi, sambung S. Teguh Santoso, kota Cirebon juga berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi, berbeda situasinya dengan 10 tahun yang lalu dimana kota Cirebon termasuk tinggi dari sisi angka kematian ibu dan bayi.
“Ini berkat perjuangan pemda sehingga angka itu menurun. Juga komitmen kepemimpinan daerah yang kuat,” kata S. Teguh Santoso mewakili BKKBN Privinsi Jawa Barat. (Kris).


Komentar Anda?