Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersama Wagub Taj Yasin Maimoen saat menyimak pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo. Er
SEMARANG.- Pesan Presiden RI Joko Widodo yang mendorong pemanfaatan sumber energi bersih dan ekonomi hijau,  sudah diterapkan di Jawa Tengah. Sejak 2017, provinsi ini sudah mengembangkan penggunaan energi matahari.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, seusai mengikuti pidato kebangsaan Presiden RI Joko Widodo dalam peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI secara virtual, di ruang Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah, Selasa (16/8/22).
Menurut Gus Yasin, sapaan wagub, penggunaan tenaga listrik dari panas matahari, membantu pemerintah dalam kampanye Jateng Solar Province. Pemprov Jateng telah menginisiasi pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa sektor. Salah satu yang menjadi sasaran, pondok pesantren.
“Kami menginisiasi menjadi provinsi ramah energi. Yang mana simpul-simpul masyarakat kita dekatkan. Salah satu simpulnya, yang mudah diterima adalah ponpes. Catatannya sudah lebih dari 50 ponpes yang sudah dipasang PLTS,” katanya.
Mantan anggota DPRD itu menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima, saat ini Jateng telah membangkitkan listrik hingga mencapai 300 megawatt dari PLTS. Dia ingin agar jumlahnya bisa ditingkatkan terus, untuk mengurangi kebutuhan energi fosil.
Setiap tahun, lanjut wagub, pihaknya meminta agar pemanfaatan energi matahari ini dapat dioptimalkan. Setiap tahun Jateng mengupayakan bisa memasang PLTS bagi masyarakat.
Di sisi lain, Gus Yasin mendorong penuh agar nelayan juga bisa menggunakan panel surya untuk kapal mereka. Dengan modifikasi tertentu, energi dari matahari bisa dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan BBM, khususnya solar.
“Ini akan menghemat biaya para nelayan juga, dan tentu itu ramah lingkungan,” imbuhnya.
Sebelumnya, dalam pidato kebangsaannya  Presiden Joko Widodo menyampaikan perkembangan dan capaian pemerintah Republik Indonesia. Pada beberapa petikan pidatonya, dia meminta pemanfaatan sumber energi bersih dan ekonomi hijau harus terus ditingkatkan. Selain itu, ia juga meminta adanya rehabilitasi terhadap hutan tropis, dan habitat laut yang akan berpotensi besar menjadi penyerap karbon.
Lebih jauh, Indonesia harus mampu membangun ekosistem industri yang terintegrasi di dalam negeri. Ekosistem industri itu diharapkan akan mendukung pengembangan ekosistem ekonomi hijau dunia.
“Energi bersih dari panas matahari, panas bumi, angin, ombak laut, dan energi bio, akan menarik industrialisasi penghasil produk-produk rendah emisi. Kawasan industri hijau di Kalimantan Utara akan mnjadi Green Industrial Park terbesar di dunia,” kata Jokowi. (Er)