JKB Desak Bupati Tetapkan Situs Buni

0
137

INAPOS, BEKASI,- Sore meneba. Waktu itu, Kampung emas bergelayut awan. Angin berhembus kasar dihempas truk tronton berisi batubara. Sekelompok orang berkumpul di rumah Kong Sakih. Sosok almarhum sangat berjasa untuk narasi Situs Buni.

“Kami mendesak Bupati Bekasi untuk menetapkan Situs Buni sebagai Benda Cagar Budaya sesuai dengan UU no 11\2010.” Kata Kong Sunaryo, Budayawan sepuh dari Kampung Buni, Selasa (15/12/2020).

Mata tua Kong Sunaryo Nampak menegang. Uratnya terlihat kaku. Menandakan kemarahan yang tersimpan berkelindan tahun.

Para Penggiat JKB saat berkumpul di rumah Alm Kong Sakih

“Situs Buni dan Masjid Mujahidin Cibarusah merupakan dua item yang sudah diteliti para ahli. Jadi layak untuk dijadikan Benda Cagar Budaya,” ujar Kong Naryo.

Ia tidak sendirian, ada uyut Eban, Bang Romi Oktaviansyah, Baba Haji Ahmad Yani, Bang SandTyas, Bang Gunawan, Bang ustadz Nurdin, Kang Aom, dan Bang Komarudin Ibnu Mikam.

Para pegiat Budaya ini berkumpul di rumah Kong Sakih, Kampung Pasar Emas Buni Pendayakan, Muara Bakti, Babelan, Kab Bekasi. Para pegiat ini berasal dari berbagai Komunitas Masyarakat Budaya Bekasi yang tergabung di Jaringan Kampung Bekasi (JKB)

Tanpa penetapan. Situs Buni hanya menjadi cerita. Tak akan pernah ada realisasi apa pun. Apalagi sampai bikin Museum Buni segala.

Mimpi! Bang Komar seperti merintih. Setengah berpuisi ia berkata, “Situs Buni, mendengar narasi ini. Saya menangis tanpa jeda. Saya terjerembab di altar gelap peradaban Bekasi. Tanpa tahu dimana ujungnya,” tambah Komar.

Padahal, sambung Komar, ini sumur pengetahuan tentang Peradaban Masa lalu orang Bekasi. “Cahaya Buni akan sangup memodifikasi system social, budaya, ekonomi menjadi sesuatu yang berharga. Ini local genius sains dan pengetahuan yang amat penting.”

Romi Oktaviansyah, Komunitas Budaya Tunjung Taruma menambahkan bahwa pemerintah Kabupaten Bekasi sudah sangat lengkap payung hukumnya dan APBD Bekasi pun tak kurang. Perda No 5 tahun 2013 sudah lebih dari cukup untuk melestarikan Situs Buni. Ia sangat mendukung bila Pemkab Bekasi menetapan Situs Buni sebagai Cagar Budaya Bekasi.

JKB merencanakan agenda untuk beraudiensi dengan Komisi II DPRD Kab Bekasi dan mencoba bertemu dengan Bupati Bekasi untuk meyampaian aspirasinya. Selain itu, bang Gunawan dan Bang Sandy mendapat tugas untuk menggelorakan semangat konservasi Budaya, khususnya Narasi situs Buni bisa terus menggelora. Secara rutin untuk menggalang semua potensi demi tujuan itu.
Apakah desakan ini bisa didengar dan direalisasi para pemangku kepentingan di Bekasi. Waktu yang akan menjawab. [Rk]