Jelang ‘New Normal’, PKB Kota Cirebon Minta Pemkot Perhatikan Pesantren dan Madrasah

0
177

KOTA CIREBON.- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cirebon meminta kepada Pemerintah Daerah Kota Cirebon (Pemda) Kota Cirebon menyiapkan skema new normal untuk pesantren dan memastikan para santri bisa belajar dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Pemerintah Kota Cirebon harus melakukan langkah nyata menyiapkan sarana dan prasarana yang sesuai standar protokol kesehatan di lingkungan pesantren,” ujar Sekertaris PKB Kota Cirebon Gunawan, SH., kepada inapos, Jum’at (29/5/20).

Pesantren juga salah satu yang terdampak langsung pandemi covid 19 baik para santri, para pengajar dan kyai. Makna agamis yang terkandung dalam “VISI SEHATI” jelas memaknai optimalisasi sumber daya manusia yang berakhlakul karimah.

“Untuk itu Pemkot jangan diam diri akan keberlangsungan pesantren, karena pesantren dan madrasah merupakan penghasil lulusan sumber daya manusia yang memeberikan suri tauladan positif di tengah tengah lingkungan masyarakat Kota Cirebon,” jelasnya.

Saat ini kebanyakan sarana dan prasarana pesantren belum semua memenuhi standar kesehatan. Seperti kekurangan wastafel portable, penyemprotan disinfektan, APD, handsanitaser, pusat kesehatan pesantren.

“Kami minta Pemkot Cirebon lebih memberikan perhatian untuk proses belajar mengajar di pondok pesantren pada new normal,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB Kota Cirebon Syaifurohman, SE mengemukakan, jika new normal diberlakukan, Pemkot Cirebon untuk tidak ragu mengalokasikan anggaran khusus untuk menunjang keberlangsungan belajar mengajar di pesantren.

“Karena pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya masih belum siap, sebab masih banyak kekurangan sarana dan prasarana yang menunjang standar kesehatan,” terangnya.

Kondisi ini harus diantisipasi Pemkot Cirebon jika skema new normal diterapkan. Pesantren pun harus mulai hidup berdampingan dengan wabah Covid-19, namun harus dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Jangan sampai menjadi problem besar jika new normal diterapkan tetapi kondisi di beberapa pesantren tidak siap,” tandasnya. (Kris)