Jelang Libur Natal-Tahun Baru, BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem

0
207

JAKARTA, INAPOS – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem, terutama pada periode 20 – 22 Desember 2018, yang diprakirakan akan terjadi hujan lebat di beberapa wilayah.

Perkembangan musim hujan hingga Dasarian I Desember 2018 menunjukkan 77.4% luas wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.

Potensi hujan lebat akan terjadi di wilayah: Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

“Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,”kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers Perkembangan Kondisi Cuaca dalam Sepekan kedepan dan Iklim Menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Saat ini 17 Desember 2018 terpantau siklon tropis di selatan Indonesia yaitu Siklon Tropis “KENANGA“. Siklon tropis tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca dan peningkatan ketinggian gelombang di wilayah perairan barat Pulau Sumatera.

Dwikorita menambahkan, kondisi cuaca saat periode libur Natal periode tanggal 23 – 25 Desember 2018  diprakirakan curah hujan di wilayah Indonesia mengalami sedikit penurunan. Sebagian besar wilayah Indonesia cenderung berawan – hujan  ringan. Dimana potensi hujan lebat dapat terjadi di Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah,  Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat dan Papua.

Menjelang tahun baru khususnya periode 26 Desember 2018 – 03 Januari 2019, suplai uap air di wilayah Indonesia relatif berkurang, sehingga tutupan awan menjadi minimal di wilayah Indonesia bagian Barat. Umumnya cuaca akan diliputi dengan kondisi berawan dengan potensi hujan ringan-sedang di beberapa wilayah.

Mengingat meningkatnya arus masyarakat yang melalukan perjalanan dan wisata, maka publik juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi dalam beberapa hari kedepan.

Diprakirakan potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter dapat terjadi di Perairan Barat Kep.Mentawai, Perairan Enggano,Samudera Hindia Barat Mentawai hingga Selatan Banten. Masyarakat pesisir dan nelayan dihimbau mewaspadai gelombang tinggi dan angin kencang yang berpotensi  bertahan hingga akhir Desember 2018.

“Untuk jalur udara masyarakat tidak perlu khawatir, BMKG telah siap diseluruh bandar udara di wilayah Indonesia untuk menginformasikan kondisi cuaca dan saat terbang kepada seluruh Maskapai baik domestik maupun international,”ujar Dwikorita.

Puncak musim hujan di  Sumatera bagian selatan, sebagian besar wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Pesisir Barat Sulawesi, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan sebagian wilayah Papua lain berpeluang terjadi pada periode Januari- Februari.

BMKG mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada akan potensi bencana hidrometeorologi antara lain banjir, longsor, banjir bandang dan juga bersiaga terhadap perubahan cuaca yang mengakibatkan potensi angin kencang dan puting beliung.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui: call center 021-6546315/18; http://www.bmkg.go.id; follow @infobmkg; atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat di seluruh wilayah Indonesia.(red)

 

 

 

 


Komentar Anda?