Jejak Langkah Kartini di Era Kekinian

0
365

OLEH : EKA NURDIANTI ABD RAKIB.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi UMMU Ternate Periode 2017-2018.

Nasi sudah menjadi bubur, apa yang terjadi tak mungkin akan kembali. sudah fitrahnya kita di lahirkan sebagai sosok perempuan. setelah melahirkan anak pertama dan satu-satunya Dia salah satu wanita yang menjadi pelopor emansipasi wanita di tanah jawa. Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal Ibu Kartini merupakan keturunan keluarga terpandang di Jawa. Dia lahir 21 april 1879, kartini seorang wanita yang memiliki pandangan melebihi zamannya. Berbicara mengenai emansipasi wanita pada saat ini, tidaklah lepas dari seorang RA Kartini. Peran yang beliau lakukan membuat para wanita Indonesia dihargai sampai saat ini.

RA Kartini adalah sosok wanita yang sangat antusias dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Dia memiliki hobi membaca dan menulis hal ini yang menjadikan beliau sebagai wanita yang mewariskan semangat generasi dalam berpendidikan dan sarat prestasi, peran perempuan di masa pergerakan nasional sangatlah penting dipelajari. RA Kartini juga untuk mendapatkan dan membebaskan para wanita Indonesia dan memperjuangkan mereka untuk mendapatkan persamaan kebebasan pada saat wanita Indonesia memiliki status sosial yang cukup rendah.

Wanita Indonesia tidak akan pernah lepas dari RA Kartini , karena beliaulah menggalakkan emansipasi wanita, sehingga para wanita indonesia dapat memiliki hak-haknya dalam bidang pendidikan, politik, kesehatan dll. Seperti surat (RA. Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya pada 4 Okotober 1902) “ kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya.tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali lagi bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibanya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke tangannya;menjadi ibu,pendidik manusia yang pertama-tama ”.
Dan dari pikiran-pikiran Kartini adalah loncatan waktu yang lahir mendahului zamanya khususnya di Indonesia , maka tepat adanya buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” Gerakan emansipasi yang dilakukannya tak hanya untuk kebebasan kaumnya, tapi juga keluarga , desa, Negara bahkan internasional. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah dan jasa-jasa pahlawannya yang berjuang hanya untuk bangsa tercinta ini-Ir.Soekarno.

Bagaimana dengan Emansipasi wanita saat ini di era Kekinian ?
Sudahlah terjadi kesataraan terjadi pada wanita Indonesia ?
EMANSIPASI Merupakan pembebasan diri dari segala belenggu. Kartini memperjuangkan emansipasi sebatas hak perempuan terhadap akses pendidikan. Kaum perempuan sekarang punya akses luas terhadap pendidikan, dari dasar hingga Universitas. Perempuan yang berkarier dan berambisi untuk menduduki jabatan tertinggi di instansi mana saja bisa saja mengalah pada aturan keluarganya yang feodal dan sistem kerabat yang menyesatkan. Dan pada saat ini wanita tidaklah dibatasi untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya .
Seratus tahun memang tidak cukup untuk mengatasi ketinggalan perempuan di berbagai bidang. Namun kesetaraaan gender mungkin sudah berbunyi dan terasa di ruang metropolitan. Perempuan mudah mengiginkan apa yang dimiliki laki-laki, yaitu karier , kesejahteraan, dan kemandirian. Mereka berkiprah di berbagai bidang dan menunjukkan kemampuan dan kegigihan untuk bersaing merebut kue ekonomi yang selama ini di kuasai lelaki. Ah, sudahlah mungkin ini bukan mimpi di siang bolong untuk perempuan.
Bukankah ini menjadi bahan Evaluasi bagi Kaum perempuan untuk melihat realitas yang terjadi. Menurut data dari kementrian sosial pada tahun 2015 jumlah PSK di Indonesia mencapai 56.000< Orang yang tersebar di 164 lokalisasi seluruh Indonesia (MerahPutih.16/4), sedangkan kasus kekerasan perempuan menurut komnas perempuan dalam laporan catatan tahunan menyebutkan ada 229 ribu kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2017 (ketua komnas Perempuan Azriana pada KBR.8/3.).
Walau ini realitas yang sedang berbunyi di telinga saya, bukan menjadi hal yang membuat kita berhenti untuk terus menyuarakan gerakan Emansipasi terhadap kaum perempuan di indonesia. Tetesan nilai perjuangan Kartini menjadi hormon dalam melahirkan tindakan semaksimal mungkin untuk menemalisir persoalan perempuan yang kompleks sering kita dapatkan. Entah, data di atas menunjukan kurangnya perhatian Pemerintah terhadap kaum Perempuan ataukah ini terjadi, karena dampak dari faktor Ekonomi, Budaya, Sosial, Politik Dsb. Terhadap Individu untuk terjun dalam Dunia Gelap Perempuan.
Bimbingan perempuan tidak terlepas dari sandaran Kaum Adam yang secara Hakikat menjadi pedoman dalam membangun Rumah Tangga dan menjadi kebanggaan Kehormatan untuk perempuan. Bukan menjadi Penghalang untuk membatasi pergerakan Karier seorang perempuan apalagi menjadi tempat pelampiasan hasrat bejat yang akhirnya berunjung pada kekerasan terhadap perempuan. Sampai kapan kita terus di kejar dengan mimpi dan harapan seperti ini. Akankah RA. Kartini mengingginkan seperti ini.? TIDAK. Sekali lagi TIDAK, Tintah Emas dan Buah pemikiran RA. Kartini masih tetap terpatri dalam setiap Generasi perempuan Indonesia yang bertekad untuk “Menembus Batas”.

Kami (Perempuan) bangga, Jika kita lihat di era kekinian ini, Seorang wanita juga dapat berperan penting dalam kemajuan politik untuk bangsa ini, tidak jarang seorang wanita bisa menjadi seorang pemimpin dalam pemerintahan. Buktinya dalam era modern yang lebih dikenal dengan era kekinian pada cabinet Presiden Jokowi pemerintahan saat ini memiliki menteri-menteri Perempuan Tangguh. Ada delapan perempuan yang menjabat sebagai menteri , seluruhnya adalah perempuan hebat dan tangguh yang memiliki Rasa peduli terhadap bangsa dan Negara ini, Di antara delapan menteri ini saya lebih tertarik kepada menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Yohana Yembise dia merupakan guru besar perempuan pertama dari Papua, namun menteri-menteri perempuan yang lainnya pun tak kalah hebat. bukan hanya sekedar berkedudukan di kabinet perempuan –perempuan lain pun berkedudukan pada jabatan strategis seperti Gubernur , walikota bahkan bupati . ini merupakan emansipasi yang diperjuangkan Kartini memiliki Hasil yang memberi buah manis pada perempuan-perempuan indonesia.

Nasi sudah menjadi bubur. Saya bangga menjadi seorang perempuan Indonesia, jika waktu di putar kembali untuk memilih. Maka saya tetap memilih menjadi seorang perempuan indonesia seperti apa yang di sampaikan AR. Kartini.

“ Setiap Aksi Menyangkut Nasib Perempuan Akan Berdampak Bagi Masa Depan Indonesia ”