Jangan Jadikan Umat Islam Sebagai Musuh Bersama

0
66

INAPOS,- Di akhir tahu 2020, kehidupan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum dan keamanan semangkin tidak kondusif, timbul kegaduhan dan konplik yang dapat MENGANCAM terhadap Keutuhan NKRI.

Menurut UU TNI, Menyelamatkan bangsa dan Menegakkan kedaulatan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, dari Ancaman. ADALAH TUGAS POKOK TNI.

Ancaman nyata saat ini terhadap keselamatan bangsa dan keutuhan NKRI adalah konflik horizontal dan vertikal, serta perang saudara, yang berimplikasi terhadap tugas pokok TNI.

KAMI Purnawirawan TNI-POLRI & WNI PEDULI BANGSA berpendapat, konplik horizontal dan vertikal ini berawal dari kebijakan-kebijakan REZIM yang TIDAK ADIL KEPADA RAKYAT, syarat kepentingan Oligarkhi Neo Komunisme.

Kebijakan yang menonjol di akhir tahun 2020, yang dapat menimbulkan konplik horizontal dan vertikal, dan bahkan Perang saudara adalah operasi pembunuhan terhadap HRS yang menimbulkan enam orang Laskar FPI meninggal dunia yang dilakukan oknum-oknum kepolisian. Dan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pembubaran FPI.

Bahwa Keputusan Bersama Mendagri, Menkumham, Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri dan BNPT tentang pembubaran FPI adalah merupakan pelanggaran terhadap Konstitusi.

Karena bertentangan dengan Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, Pasal 24 Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, UU No. 17 Tahun 2014 jo. UU No. 16 Tahun 2017 Pasal 80,
dan Putusan Mahkamah Konstitusi 82/PPU-XI/2013.

SKB kementrian tentang pembubaran FPI, diduga dikeluarkan oleh Menteri dan pejabat setingkat menteri, yang TIDAK FAHAM HUKUM, karena SEDANG LINGLUNG, SEDANG MABUK KEKUASAAN, SEDANG MELAKUKAN PESANAN OLIGARKHI NEO KOMUNISME.

Dan REZIM yang sedang MENCIPTAKAN UMAT ISLAM SEBAGAI MUSUH NEGARA, dengan maksud untuk menutupi kegagalan dalam menyelamatkan dan mensejahterakan rakyat.

MENCIPTAKAN UMAT ISLAM SEBAGAI MUSUH NEGARA, dengan Fitnah; intoleransi, ektrim, radikal, mendirikan NKRI berdasarkan Islam/ khilafah dan TERORISME, adalah perbuatan DUNGU, KONYOL dan KEJI.

Kepolisian Negara dalam Mengatasi konflik di Poso dan Papua, yang kekuatannya dapat dihitung dengan jari, bertahun-tahun tak kunjung selesai.

KAMI tidak tahu, Bagaimana REZIM Mengatasi umat Islam sebagai MUSUH NEGARA, dimana NKRI penduduknya 90 % UMAT ISLAM.

Artinya di seluruh wilayah NKRI terjadi konplik horizontal dan vertikal, malah mungkin terjadi PERANG SAUDARA.

Konplik horizontal dan vertikal atau perang saudara di seluruh wilayah NKRI, berimplikasi kepada tugas pokok TNI.

Menyelamatkan Rakyat dan menegakkan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 45 dari Ancaman adalah tugas pokok TNI.

Kalau TNI saat ini menghadapi konplik horizontal dan vertikal SUDAH BERFIHAK dan bahkan ikut MENAJAMKAN KONPLIK.

KAMI Purnawirawan TNI-POLRI & WNI peduli bangsa berpendapat, berkeyakinan bahwa TNI, TAK AKAN MAMPU mengatasi dahsyatnya perang saudara.

Untuk itu KAMI PURNAWIRAWAN TNI-POLRI yang Sudah Sangat Sepuh Sekali, menghimbau kepada adik-adik TNI;

Jangan ikutan Pemerintah dan parpol yang sedang merubah Pancasila jadi Trisila dan Ekasila, karena itu adalah MAKAR IDEOLOGI yang dapat memicu KONFLIK DAN PERANG SAUDARA.

Jangan ikuti Rezim yang sedang dikendalikan kepentingan Oligarkhi Neo Komunisme.

Jangan ikuti Rezim yang sedang mabuk KEKUASAAN, yang sedang lupa bahwa NKRI adalah negara berdasarkan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945.

Jangan ikutan mempertajam konplik, karena bila terjadi konplik apalagi perang saudara, yang mengatasi adalah TNI.

TNI sebaiknya mengajak mereka yang sedang berkonflik untuk berdialog, berdiskusi, berdebat.

TNI berdirilah di tengah-tengah yang sedang berkonflik, agar dikemudian hari mampu melaksanakan tugas pokok.

Segeralah kembali ke SAPTAMARGA, yaitu Kami kesatria Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, serta membela kejujuran kebenaran dan keadilan.

Dan SEGERALAH kembali ke SUMPAH PRAJURIT, yaitu Demi Allah saya bersumpah akan setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Semoga Allah SWT, membuka pintu hati para prajurit TNI untuk Menyelamatkan NKRI dari penjajahan Oligarkhi Neo Komunisme.

Aamiin ya rabbal aalamiin.

Bandung 3 Januari 2021.
Deddy S Budiman
Mayjen TNI Purn dari FKP2B.