Jalan Tambelang – Puloputer Paket 1 Selesai Dikerjakan Rusak, Dinas dan Kontraktor Diduga Kongkalikong

0
380

BEKASI.- Proyek perbaikan jalan di Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi tampaknya jadi ajang meraup keuntungan besar. Berbagai cara dilakukan oknum rekanan dari pengurangan beton hingga kotak – katik pembesian.

Seperti yang terjadi pada perbaikan jalan dengan judul kegiatan Pembangunan Jalan Tambelang-Puloputer Paket 1. Kegiatan ini dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2021, ditenderkan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan dimenangkan oleh CV. Paresa Prima dengan harga penawaran Rp. 615.597.592,50 dari Pagu Rp. 750.000.000,00.

Sekertaris Lembaga Independen Anti Rasuah (LIAR) Fery Astoni mengatakan, oknum kontraktor nekat secara terang – terangan bekerja tidak sesuai spesifikasi rencana anggaran biaya (RAB). Bahkan, titik pengambilan sampel (core drill) sudah disiapkan agar mendapatkan hasil sesuai RAB. Alhasil, core drill tepat di titik tersebut.

“Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi tidak becus bekerja dalam pengawasan, tidak mampu melakukan pencegahan,” cetus Fery kepada inapos.com, Senin (27/09/21).

Menurutnya, Pengawas serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tidak menjalankan tupoksinya. Kehadirannya disaat pelaksanaan perbaikan jalan bagai penonton.

“Mereka tidak mampu mengarahkan pihak rekanan agar bekerja sesuai spesifikasi,” ujarnya geram.

Padahal salah satu tugas mereka adalah melakukan pencegahan pengurangan kualitas serta mutu pekerjaan. Hal ini bisa disebut sebagai pembiaran. Tentunya, sambung Fery, menjurus adanya dugaan pemufakatan jahat kerjasama antara pihak dinas dengan kontraktor untuk bekerja curang demi meraup keuntungan lebih besar.

“LIAR segera lapor penegak hukum serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” tandasnya.

Ditemui terpisah, salah satu warga yang bermukim tepat di samping lokasi tersebut membenarkan pekerjaan pembangunan jalan di wilayahnya sudah rusak dan banyak terlihat patah pada struktur permukaan jalannya.

“Iya kok jalan yang baru saja dicor bahkan belum terhitung Satu bulan sudah langsung rusak bahkan banyak yang retak, kok seperti ini yak pekerjaannya,” ungkap Saba (70) Warga Kampung Puloputer kepada inapos.com, Senin (27/9/2021), pagi.

Namun karena kurangnya pengetahuan tentang teknis pekerjaan tersebut dirinya hanya bisa diam, dan hanya melihat saja.

Hingga berita ini tayang, pihak pengawas dan kontraktor belum bisa dikonfirmasi. (Fy)