Ironis, Rombel Kelas 2 SDN 3 Karangwuni Cuma Dihuni Dua Siswa

0
35

KABUPATEN CIREBON.- Pemerintah Kabupaten Cirebon dirasa belum serius menangani masalah pendidikan, pasalnya salah satu SD Negeri 3 Karangwuni yang berada diwilayah Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon belum tersentuh pembangunan.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang berdinas di SD Negeri 3 Karangwuni, Dawud (51) mengakui jika Sekolah tempatnya mengajar merupakan satu dari tiga Sekolah terpencil yang ada di Kabupaten Cirebon.

“Sekolah kami ini betul masuk Sekolah terpencil, maklum disini jauh dari mana mana deketnya ke Kabupaten Kuningan,” jelas Daud Guru PNS SD Negeri 3 Karangwuni Sedong Cirebon, Senin (11/3/19).

Lebih lanjut, Dawud mengatakan dari 5 orang guru yang ditugaskan di SD Negeri 3 Karangwuni, hanya dirinya yang memiliki setatus sebagai guru PNS, sisanya merupakan guru honorer dan guru bantu daerah terpencil.

“Disini guru PNS hanya satu, sisanya ya honorer semua,” jelasnya.

Masih menurut Dawud,  jumlah siswa yang ada di sekolahnya mengalami penurunan dari tahun ke tahun, bahkan untuk tahun ajaran sekarang jumlah siswanya hanya setengah dari minimal rombel yang ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Jumlah siswa khususnya rombel kelas 2 hanya di isi 2 siswa pada tahun ini,” paparnya.

Dawud berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa memberikan perhatian yang serius pada Sekolah terpencil, selain minimnya Guru PNS yang ditugaskan di Sekolah terpencil juga sarana infrastruktur jalan yang terkesan dibiarkan rusak tanpa ada perbaikan, padahal jalan itu jalan porosdan pembangunan di jalan poros kabupaten Cirebon.

“Kami masyarakat Cirebon merasa “iri” bila melihat jalan poros Kabupaten Kuningan, jalan beraspal bagus tidak seperti di jalan poros Kabupaten Cirebon yang bisa dilihat dan dirasakan sendiri rusak berat dan dibiarkan puluhan tahun,” imbuhnya.

Di temui ditempat terpisah Drs.DA Hanan membenarkan dirinya merupakan Plt. Kepala SDN 3 Karangwuni, adapun guru bantu daerah terpencil dan tertinggal sudah pindah ke SDN 2 Sedong Kidul

“Kebetulan Ibu guru bantu daerah terpencil yang honornya belum dibayar setahun lebih sedang melaksanakan kegiatan dan jadi panitia,” katanya.

Ditambah Suhri 54 tahun guru SD Negeri Sedong Kidul mengaku jika dirinya merupakan guru yang paling lama bertugas di SD Negeri 3 Karangwuni dari mulai berdirinya Sekolah dari tahun 1986.

“Dulu itu kalau mau ke Sekolah ga bisa bawa motor, karena jalan penuh lumpur, saya guru paling lama bertugas di sana lebih 23 tahun,” pungkasnya. (yon/inapos)


Komentar Anda?