Ir. Iwan Pangalila Kenalkan Pesawat Dengan Teknologi Terbaru

0
1922

Inapos, Jakarta.- Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di IBM ASMI, Pulomas, Jakarta Timur dengan pembahasan tema ‘Prospek Bisnis Penerbangan di Negara Kepulauan’, Jumat (26/04/19). Menghadirkan Ir. Iwan Pangalila MSc Project Leader Airbus Alabama, USA. Salah seorang perancang pesawat terbang asal Indonesia yang bekerja sebagai Project Leader di perusahaan Airbus di Alabama USA memperkenalkan model pesawat baru.

Angelica selaku Ketua Yayasan ASMI melihat prospek bisnis penerbangan ia mengatakan, ini prospek yang sangat bagus dan timingnya tepat, karena memang selain dari kebijakan pemerintah sendiri yang fokus untuk bisa pemerataan pembangunan dan juga bisa menghubungkan sampai ke daerah-daerah terluar.

“Yang dulu susah dijangkau ini menjadi prospek yang bagus, ini sesuatu yang baru. Dengan beberapa kendala yang selama ini ada itu seperti memberikan solusi,” kata Angelica.

Ia mencontohkan, Misalnya di daerah-daerah Papua dia tidak perlu landasan yang terlalu panjang Terus dia (pesawat-red) juga bisa bantu untuk pemotretan dari udara, dan juga nanti dikembangkan yang tahap ketiga itu kan bisa juga untuk polusi bisa membantu untuk perairan dengan berjalan bisa berfungsi untuk misalnya perkebunan dan juga bisa untuk kalau terjadi bencana gempa ataupun kebakaran hutan di Indonesia.

Dia juga akan merekomendasikan, “nanti juga kita akan submit kepada pihak terkait baik pemerintah ataupun swasta yang nantinya bisa berkolaborasi bersama-sama,” harapnya.

Ir. Iwan Pangalila MSc, juga memaparkan bahwa ini bukan pesawat semacam Airbus atau Boeing, tetapi merupakan jenis pesawat yang berteknologi baru. Melihat perkembangan yang ada di Indonesia saat ini menjanjikan secara pemerintahan yang kuat, maka saya optimis akan ada teknologi-teknologi terbaru yang masuk ke Indonesia, saya tetap percaya bahwa Indonesia akan semakin maju.

“Sebenarnya model pesawatnya sudah pernah ada namun teknologi nya dikembangkan lagi. Ini merupakan gagasan baru untuk dunia penerbangan di Indonesia dan sangat cocok untuk alam Indonesia. Yang saya akan kenalkan yaitu teknologi Airship, yang kita akan upayakan memproduksinya semuanya di dalam negeri. Saya lihat pertama memang impactnya akan besar karena Indonesia itu negara yang sangat unik, negara besar negara kepulauan di mana Ketergantungan dengan kedirgantaraan sangat besar. Jadi saya melihat bahwa dengan hadirnya teknologi ini akan menambah dan memperkuat Indonesia,” ujarnya.

Setelah FGD, Iwan akan terus mengoptimalkan juga mensosialisasikan dan ini adalah teknologi yang bisa memberi tambahan nilai tambah untuk kebutuhan-kebutuhan di Indonesia, mulai dari kemudahan untuk pesawat itu mendarat dimana saja.

Dengan 17000 kepulauan yang ada, Indonesia sangat bergantung dan berkebutuhan dalam hal kedirgantaraan dan ini adalah teknologi yang bisa memberi nilai tambah. Untuk kebutuhan-kebutuhan di Indonesia sendiri.

Hal senada juga dijelaskan Ir. Audrey Tangkudung selaku penyelenggara FGD, teknologi ini merupakan teknologi yang akan berkembang di 5-10 tahun mendatang yang cocok untuk Indonesia, jadi untuk pesawat yang cocok di Indonesia ini adalah pesawat yang tidak perlu landasan pacu yang panjang, pesawat dengan terknogi terbaru ini bisa mendarat di atas puncak atau di danau.

“Dengan harganya yang terjangkau kisaran 3-30 triliun juga bisa dikembangkan, nantinya IBM ASMI akan bekerjasama dengan Ir. Iwan Pangalila dalam mengembangkan proyek seperti itu. Kalau yang 30 triliun pesawat dengan ukuran 250×250 meter tersebut bisa menyerap air melalui awan apabila terjadi kebakaran hutan,” katanya. (Elwan)