IPW : Polda Metro Harus Panggil Raffi

0
398

JAKARTA.- Terkait adanya dugaan penggunaan plat mobil ganda yang digunakan oleh artis Raffi Ahmad, Polda Metro Jaya diminta harus segera memanggil artis tersebut.

Hal ini disampaika  Indonesian Police Watch (IPW) kepada Inapos melalui pesan Whatsapp yang diterima, Selasa ( 31/10/2017).

Sehubungan adanya dugaan pemakaian nomor polisi ganda B 3 SAR yang sudah ramai di media sosial, kasus pemakaian nomor polisi ganda B 3 SAR ini juga sudah dilaporkan pemilik aslinya ke SPK Polda Metro Jaya.

Menurut IPW, kasus nomor polisi ganda ini tidak boleh dibiarkan dan harus segera diklarifikasi serta dituntaskan.

“Apakah artis Rafi Ahmad benar benar memiliki nomor polisi B 3 SAR atau tidak. Jika Rafi bukan pemiliki sahnya tapi menggunakan nomor polisi B 3 SAR, dia bisa dikenakan tuduhan telah melakukan pemalsuan dokumen negara. Rafi bisa dikenakan Pasal 263 KUHP dan Pasal 264, dengan ancaman delapan tahun penjara”, tulis Ketua Presidium IPW, Neta S Pane.

Ini berarti, begitu selesai diperiksa Rafi Ahmad bisa segera ditahan polisi. Selain itu Rafi juga bisa dituduh telah melakukan pelecehan terhadap Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya sebagai institusi resmi yang mengatur penggunaan nomor polisi kendaraan bermotor di Jakarta.

“Tak hanya itu Rafi juga bisa dituduh telah merugikan nama baik pemilik asli nomor polisi B 3 SAR, yang sesuai penjelasan Polda Metro Jaya adalah PT Citra Marga Nusaphala milik mbak Tutut”, sambung Neta.

Perusahaan itu sendiri lewat pengacaranya sudah melaporkan Rafi Ahmad ke SPK Polda Metro Jaya, dengan tuduhan sudah melakukan pemalsuan yang merugikan materil dan imateril pemilik sah B 3 SAR.

IPW berharap kasus ini segera diproses polda dan Rafi Ahmad segera melakukan klarifikasi.

“Tapi jika Rafi memang memiliki nomor polisi B 3 SAR secara sah, dia harus menjelaskannya secara transparan dari mana dia mendapatkan nomor cantik tsb, sehingga bisa diketahui siapa sesungguhnya yang melakukan kecerobohan”, masih ujar Ketua Presidium ini.

Beberapa tahun lalu Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya juga pernah dihebohkan dengan kasus nomor polisi ganda, yakni B 1 MA, yang satu pemiliknya adalah petinggi Polri dan yang satu lagi pemiliknya adalah pengusaha.

IPW berharap Polda Metro Jaya segera memeriksa Rafi Ahmad. Tujuannya agar ada efek jera dan masyarakat tidak main main dalam menggunakan nomor polisi kendaraan bermotor.

“Bermain-main dalam menggunakan nomor polisi kendaraan di Jakarta sama artinya telah melecehkan Polda Metro Jaya dan bisa dikenakan hukum pidana”, tekannya pula.

Hingga berita ini diturunkan, Kabid Humas Polda Metro Jaya belum bisa memberikan tanggapannya terkait dugaan kasus tersebut. (Cep’s)