Intelektual Zaman Now

0
1043

Sebuah Catatan Atas Mahasiswa
Oleh : Faizal Ikbal
Mahasiswa jurusan ilmu komunikasi UMMU Ternate, dan Kabid PTKP HMI Komisariat Fisip UMMU Ternate Periode 2017-2018.

Terlihat membingungkan, dinamika intelektual (mahasiswa) Redup dan tak berdaya di tengah Kegendutan realitas sosial (ketimpamgan) ibarat penjelajah hutan yang kesasar di hutan belantara.
Intelektual zaman Now adalah istilah keren dan trend yang berkembang dengan merujuk pada transformasi sosial, masyarakat industri saat ini, yang bergantung pada kelajuan dan kemajuan teknologi informasi. Istilah zaman Now diproduksi sebagai simbol dan karakter masyarakat Indonesia yang mau beradaptasi dengan era Syiber yang cepat dan mudah mengakses Life style (gaya hidup ) apa saja.

Dalam sejarahnya penggunaan istilah zaman Now Entah siapa yang pertama kali dan di mana dimunculkan, istilah zaman now ini kerap digunakan. Istilah ini pernah juga di-tweet oleh acount twitter @kemdikbud.ri untuk menjelaskan penulisannya yang benar. Awalnya warganet sering menulis jaman now, dan disarankan yang benarnya adalah zaman now; dan lebih baik lagi ialah menggunakan padanannya dalam bahasa Indonesia, yaitu zaman sekarang.
Dalam ilmu linguistik (ilmu bahasa), bentuk zaman now terdiri atas dua kata, yakni zamandan now. Secara etimologi, kata zaman berasal dari bahasa Indonesia yang artinya (1) jangka waktu yang panjang atau pendek yang menandai sesuatu; masa, dan (2) kala; waktu. Sementara nowadalah kata yang berasal dari bahasa Inggris yang bisa diartikan ‘sekarang’. Dengan demikian secara harafiah zaman now dapat diartikan sebagai ‘zaman sekarang’ atau ‘masa kini’ atau juga ‘saat ini’.
Sebuah kata atau frase yang menjadi sebuah istilah bisa terjadi perubahan makna (semantic change). Perubahan ini bergantung pada konteks penggunaannya. (baca: komposaiana)
Lalu istilah zaman Now direduksi dalam istilah istilah yang varian misalnya : gubernur zaman Now, ayah zaman now, intelektual zaman Now, sekolah zaman now dan masih banyak lagi, tergantung konteks istilah mau di arahkan.

Penggunaan istilah Zaman Now ini, menyimbolkan Kecenderungan manusia pada Handphone yang setiap beraktivitas selalu di Potret (Selfi) dan mengabadikan setiap momen yang di laluinya seperti : makan di restoran, nongkrong di warung kopi, demonstrasi dan lain – lain.

Konteks berubah dari intelektual (mahasiswa ) zaman Now, keterlibatan intelektual dalam ranah sosial kini menjadi pamer di media sosial, gerak langkah mahasiswa tidak lagi mempertimbangka akar dari realitas sosial melainkan hanya bersifat refleksi (bersifat memperingati) demi berebut pengabadian gambar belaka, sehingga problem Hanya dilihat pada sisi ketampakkan, sisi penelusuran atas Masalah Absen dari Gerakan Intelektual.
Watak Zaman Now Lainya, juga Tumbuh Intelektual dengan sikap kritis berubah jadi bumerang untuk patner diskusi yang berhubungan intelektual. Aliran wacana yang deras berlangsung kini menjadi debat teoritis dengan menelan waktu yang cukup terkuras, merasa akan lebih meninggi bila menguasai sejumlah teori para pemikir klasik, modern, posmodern. Dialektika intelektual zaman Now terkesan agresif bila dilihat pada argumentasi yang dibicarakan. alhasil, argumentasi solutif tak dihasilkan, simbol publik yang melekat pada kaum intelektual yakni menjadi paling depan dalam menemalisir kesenjangan Sosial masyarakat tidak berhasil, Lalu Diskusi kehilangan Subtansinya dari penyelesaian problem menjadi memperdebatkan realitas.
Realitas sosial yang Bergerak Mulus tanpa bisa dihentikan memberi isyarat kepada Intelektual Zaman Now, untuk berada pada taraf Gerakan Alternatif dan menyeret desain Sosial yang kejam dengan merujuk pada pola Transformasi budaya Kapital. Sejatinya Intelektual zaman Now harus meletakkan dasar problem misalnya, Pengangguran, Kemiskinan dan kesejahteraan, ketidakadilan, dan kesenjengan sosial lainya,dengan Langkah maju mengembok arus dominasi penindas, bukan lagi mengulangi debat pemikir-pemikir Dahulu.

Walahu’Alam.