Ilmu Sejarah Dan Kedudukan Sentralnya

0
951

Ilmu Sejarah menurut B.R.O’G Anderson dari Cornell University,

Adalah ilmu yg memiliki *kedudukan sentral dalam suatu Penelitian masyarakat,* meskipun kita tau bahwa Anderson sendiri adalah *seorang Ahli Ilmu Politik* yg memiliki *kecendrungan meneliti sejarah*.

Tentu ini *terdengar enak di telinga seorang sejarawan tulen*.

Merenungkan ucapannya kita ikut yakin dan mengkonfirmasi *suatu prasangka dari masing-masing pribadi kita*.

Antropologi
Sosiologi
Atau Ilmu Politik,
Cenderung *memberikan suatu keadaan fotografis dari suatu saat tertentu atau suatu bagian dari masyarakat*.

Ilmu-ilmu sosial tersebut semakin *mengakui pentingnya sejarah*
*bagi penelitian-penelitian mereka sendiri*.

Ini disebabkan *sejarah menggambarkan suatu proses perkembangan dan juga menjelaskan bagaimana kita sampai pada keadaan saat ini*.

Sejarah *adalah suatu penelitian untuk melihat bagaimana masyarakat itu bergerak,berubah dan berkembang*,

Dan Juga sekaligus *mempersoalkan unsur-unsur dinamikanya*.

Namun di *Indonesia,dan mungkin di negara-negara Asia Tenggaraa lainnya*,
*Ilmu sejarah dan sejarawan,penggiat,pecinta,agak dianaktirikan,dianggap tidak relevan dan tidak dirasakan sebagai kebutuhan untuk mengenal dirinya,dan bahkan lebih jauh lagi mereka menolak untuk mengenal dirinya,*

Sebaliknya, *negarawan,Politisi,dan juga cendikiawan gembar-gembor menggakan appeal terhadap sejarah bangsanya agar dapat melegitimasi,membenarkan kebesaran bangsanya,dan juga dalam rangka menyentuh nasionalisme rakyatnya*.

Hanya *Untuk kepentingan seperti inilah sejarah disebut oleh mereka,*

Hal ini *sebenarnya sudah menunjukan kedudukan yg sentral ilmu sejarah.*

Namun sejarah yg disebut-sebut oleh para negarawan,politisi,dan cendikiawan,yg merupakan tokoh-tokoh di Asia Tenggara, *Bukan sejarah yg diteliti dan dipersembahkan oleh ilmuwan sejarah,*

*Para sejarawan,penggiat,pecinta,ini tetap dianaktirikan di negaranya sendiri,*

*dan suara mereka terpendam oleh mitos-mitos sejarah yg dibuat oleh suara orang-orang yg bukan Ahli sejarah,atau fokus,tetapi oleh kaum pembenar kekuasaan*.

Bersambung

Agus salim 03
Selasa 17 Juli 2018