HISSNU Minta WNI Terindikasi Corona Ditempatkan di RSPAD Saja

0
310

JAKARTA.- Antisipasi dan kewaspadaan akan penyebaran virus Corona di Indonesia Dewan Penasehat (Himpunan Silaturahim Santri Nusantara) HISSNU, Dr. Rahman Sabon Nama menyambut baik rencana pemerintah Indonesia memulangkan WNI dari Wuhan Tiongkok setelah sebelumnya AS dan Jepang mengeluarkan warganya yang terisolir wirus Corona di Wuhan Tiongkok. Sabtu (01/02/2020).

Rahman menyayangkan pernyataan pemerintah melalui Wapres KH. Maruf Amin bahwa Indonesia kesulitan membawa pulang WNI dari Wuhan karena di Isolir pemerintah Tiongkok, kasihan pernyataan Wapres, dikonfrontir telak oleh salah satu stasiun TV swasta.

Wapres begitu telat dalam informasi tentang masalah penting dan genting menimpa warga negaranya di luar negeri, pas ketika AS dan Jepang mendaratkan pesawat pengungsi di negaranya dari Wuhan Tiongkok.

Bahwa misi evakuasi 240 WNI yang berada di Wuhan oleh pemerintah Sabtu (02/02) akan menggunakan pesawat sipil (Lion Air) A-330 dengan debarkasi di Bandara Halim Perdanakusuma. Dan selanjutnya akan dikarantina di Asrama Haji Pondok Gede kurang lebh 14 hingga 28 hari kedepan.

Dari informasi yang beredar bahwa pemerintah juga melibatkan alutsista TNI bersifat cadangan, agar berupa pesawat TNI AU dengan membentuk Task Force Evakuasi, dengan leading sector dari Kementrian luar negeri.

Oleh karena itu HISSNU meminta agar pemerintah mempertimbangkan rencana isolasi 240 WNI dari Wuhan ke Asrama Haji Pondok Gede. Kenapa tidak dikarantina ke RSAD Gatot subroto saja.

Alasan Rahman karena saat di evakuasi wajib di periksa dan di isolasi sehingga apabila di tempatkan di Asrama Haji Pondok Gede di khawatirkan mereka juga terjangkit Virus CORONA yang dapat menularkan ke orang lain di Indonesia. Sebab salah satu cara penyebaran virus adalah melalui orang dalam.

“Jadi sebaiknya mereka di isolasi di RSAD Gatot Subroto atau RS AU di Halim”, ucap Rahman, Sabtu (01/2/2020) melalui sambungan seluler.

Alumnus Lemhanas RI itupun mengingatkan pada Menko Polkam dan Kementrian Pertahanan RI bahwa salah satu strategi perang terkini adalah dengan membunuh musuh secara senyap, tak terasa dan tak terdeteksi.

Sebab penularan virus ini bisa saja bagian dari strategi perang untuk melumpuhkan lawan tanpa harus mengerahkan armada perang. (Red)