JAKARTA.– Kunci utama dari transformasi digital adalah menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang andal. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semual Abrijani Pangerapan menyatakan tanpa dukungan SDM yang mumpuni, Indonesia tidak akan bisa bertransformasi dengan baik, sebab peluang transformasi digital akan diisi tenaga kerja dari luar negeri.

Guna menyiapkan SDM bidang digital, Dirjen Semuel mengatakan Kementerian Kominfo memiliki tiga program terkait literasi digital baik untuk aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum. Program-program yang disiapkan menargetkan akan meliterasi 50 juta SDM dalam empat tahun ke depan agar lebih melek digital.

“Kenapa kok cuman 50 juta? Kita harapkan dari 50 juta ini orang-orang yang sudah berliterasi akan meliterasi teman-teman atau kerabat terdekatnya agar mereka juga siap memasuki era digital,” tutur Dirjen Aptika dalam Webinar yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara RI, Jakarta, Kamis (16/7/20).

Dirjen Semuel merinci masing-masing program, pertama meliterasi masyarakat dimulai dari edukasi dasar tentang literasi seperti memberikan basic skill. Program itu rutin dilakukan oleh Siberkreasi dan  Kementerian Kominfo.

“Memberikan basic skill atau pengetahuan dan kesadaran dasar digital, ini benar-benar basic skill yang harus dimiliki oleh semua rakyat Indonesia sebelum mereka masuk ke ruang digital,” ujar Dirjen Semuel

Selain basic skill literasi, Dirjen Aptika menjelaskan tahapan lainnya dilakukan melalui pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS). “Kita juga punya digital talent, ini yang kita kembangkan, ada beberapa pengetahuan atau skill baru yang kita kembangkan di sini dan ini dilakukan secara gratis baik bagi ASN maupun masyarakat biasa,” jelasnya

Melalui Program DTS yang diselenggarakan setiap tahunnya ini, ada beberapa pelatihan yang dapat mengasah kemampuan SDM Indonesia seperti cloud computing, siber security, big data analityc, AI dan IoT.

“Tapi kita juga melihat kita perlu mempunyai expert yang handal, kita punya program Digital Leadership Academy (DLA), ini tentang beasiswa yang kita kirimkan ke luar negeri untuk mereka mendapatkan S2 dan S3,” imbuhnya.

Namun DLA di tahun 2020 untuk sementara dihentikan, karena mengingat beberapa negara tempat tujuan pelatihan sedang tidak menerima peserta dampak dari pandemi Covid-19.

Dalam Webinar LAN RI yang mengusung tema Transformasi Manajemen ASN untuk ASN Unggul ini, Dirjen Aptika menekankan pentingnya peran serta ASN dalam transformasi digital, utamanya menyiapkan Indonesia menuju digital nation yang ditunjang oleh infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi. (Red)