Hindari Antrian, Bupati Semarang Minta Bantuan Sembako Diantar Langsung Kerumah

0
145

KAB. SEMARANG.-  Bupati Semarang Mundjirin berharap saat membagikan bantuan sembako kepada warga terdampak Covid-19 dapat diantar langsung ke rumah masing-masing. Hal itu untuk menghindari terjadinya antrean atau kerumunan massa yang melanggar aturan physical distancing.

“Saya harapkan saat pembagian bantuan tidak ada kumpulan warga penerima. Ingat, kita menghadapi musuh yang tidak terlihat, yakni virus Corona. Jadi, sebaiknya pembagian diatur dengan cara tertentu atau bahkan diantar langsung ke rumah penerima,” kata bupati, saat memberikan pengarahan kepada perangkat desa dan kelurahan se-Kecamatan Bergas, pada acara pembagian bantuan sembako bagi warga terdampak Covid-19 di halaman Kantor Kecamatan Bergas, Jumat (24/4/20).

Ditegaskan oleh bupati, dana bantuan sembako merupakan hasil pergeseran anggaran guna penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Semarang. Karenanya, dia berharap bantuan tersebut tepat sasaran dan diterima warga yang memang terdampak.

“Pendataan warga penerima harus dilakukan secara baik dan tepat. Sehingga bantuan benar-benar dapat membantu warga kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok hariannya,” tegasnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Gunadi menjelaskan, secara keseluruhan Pemerintah Kabupaten Semarang menyediakan 103.300 paket sembako untuk warga terdampak Covid-19. Jumlah itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga terdampak hingga Mei mendatang.  Saat ini bantuan secara bertahap telah dibagikan melalui kecamatan. Untuk Kecamatan Bergas total bantuan yang diserahkan sebanyak 3.552 paket yang akan disebar di sebelas desa/kelurahan.

“Pendataan warga terdampak terus dilakukan sehingga data penerima bisa bertambah. Lapor ke perangkat desa atau kelurahan jika memang membutuhkan dan belum terdaftar,” jelasnya.

Dari hasil pendataan secara berjenjang, Dinas Sosial saat ini telah menerima usulan 45 ribu warga penerima. Gunadi memastikan pihaknya akan terus berupaya memenuhi permintaan bantuan itu. Termasuk kemungkinan menjalin kerja sama dengan Pemprov Jateng jika permintaan melebihi jumlah paket yang telah disiapkan. (Hms)