Himpaudi Bali Dukung Kesetaraan Guru PAUD Non Formal

0
77

BALI, INAPOS – Upaya memperjuangan kesetaraan bagi guru PAUD Non Formal yang diajukan HIMPAUDI melalui Yudicial Review ke Mahkamah Konstitusi bagi guru PAUD Non Formal sejatinya haruslah kita dukung. Hal tersebut dikemukakan Drs Nyoman Sarjana, Ketua Himpaudi Bali di Denpasar, Sabtu (9/2).

“Semoga guru PAUD non formal bisa mendapatkan hak sama dan setara, memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum, jaminan kesejahteraan sosial, dan bisa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik serta kompetensinya,” tegas Sarjana.

Yudicial review ini terhadap pengakuan guru PAUD Non Formal yang tidak diakui negara sebagai guru sebagaimana yang tertuang pada Pasal 1 (1) dan Pasal 2 (2) Undang – undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagai berikut : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada Pendidikan Anak Usia Dini jalur Pendidikan Formal, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah”.

Pada hari Kamis, tanggal 14 Maret 2019 mendatang, jam 11.00 WIB akan berlangsung sidang ke-5. Gerakan dukungan masyarakat terhadap Yudicial Review ke MK ini sangat besar, yang ditunjukkan dengan dukungan tandatangan petisi di change.org menuju 100.413 orang. dengan dibantu lawyer Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, M.Sc.

“Kami berharap agar media nasional dan daerah dapat membantu perjuangan hak-hak guru-guru PAUD non Formal dalam membantu perjuangannya melalui kerangka pemberitaan yang masif dan terukur,” pungkas Sarjana.

Himpaudi merupakan Perhimpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia. Himpaudi merupakan sebuah lembaga atau wadah bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan PAUD se-Indonesia yang berada pada naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (red)


Komentar Anda?