Hilangkah Kasus Dugaan Pengrusakan Buku Merah

0
195

INAPOS, JAKARTA,- Kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan kabarnya semakin kabur. Begitupun kasus pengrusakan Buku Merah yang diduga dilakukan oleh dua penyidik kepolisian Harun dan Roland Rolandy, hingga kini menjadi tidak jelas kabarnya.

Berdasarkan temuan redaksi, video yang di upload di media sosial Youtube terkait pengrusakan buku merah yang terekam cctv, berjudul Detik-detik Pengrusakan Barang Bukti Buku Merah serta sampai berita ini dinaikan telah ditonton oleh 3.186 orang dan disukai oleh 355 orang.

Berikut video yang di upload oleh tirto.id tersebut :

Berikut perjalanan panjang kasus penyiraman air keras kepada Novel yang diduga berhubungan erat dengan rusaknya Buku Merah.

Pada 4 April 2017, Novel menemui Kapolri Tito Karnavian di rumah dinasnya.

Dalam pertemuan itu Novel menjelaskan posisi KPK dalam kasus dokumen buku merah yang di dalamnya ada nama Tito sebagai penerima aliran uang dari pengusaha impor daging Basuki Hariman.

Pada hari yang sama, menjelang tengah malam, penyidik KPK, Surya Tarmiani dirampok di daerah Setiabudi. Tas berisi laptop milik Surya dibawa kabur perampok.

Laptop itu berisi dokumen kasus Basuki Hariman, termasuk buku merah, yang sedang ditangani Surya. Pada 7 April 2017, barang bukti buku merah dirusak oleh dua penyidik KPK dari kepolisian.

Mereka adalah Harun dan Roland Ronaldy. Perusakan itu terekam kamera CCTV di Ruang Kolaborasi lantai 9 gedung KPK. Pada 11 April, Novel Baswedan disiram air keras ke mukanya oleh orang tak dikenal.

Serangan itu menyebabkan mata kiri Novel nyaris buta.

Kasus – kasus tersebut, hingga kini seperti menguap dibawa angin.

Kasus perampokan laptop Surya, perusakan buku merah dan penyiraman Novel belum terungkap hingga kini. (Cep’s)


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here