Hentikan Kegiatan Bongkar Muat Batubara di Pelabuhan Cirebon

0
390

INAPOS, KOTA CIREBON. – Warga RW 05 Kenduruan, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon terus keluhkan dampak debu batu bara yang dirasakan selama beberapa bulan ini.

Dampak debu batu bara yang dirasakan tidak main-main,  warga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk membersihkan rumahnya setiap saat, bukan hanya itu, setiap kali mereka menjemur pakaian, mereka harus membersihkan kembali pakaian yang terpapar debu batu bara.

Atas dampak yang mereka rasakan, warga mengadukan hal tersebut kepada Ketua RW agar segera melakukan tindakan untuk melayangkan surat terkait penutupan aktivitas bongkar muat batu bara dilingkungan Pelabuhan Cirebon.

Ahin (52) warga RT 05 RW 05 Kenduruan, yang juga Ketua RT 05 usai menggelar Rapat bersama warga lainya di Bapermas RW 05, Rabu (30/10/19) mengungkapkan, dirinya sudah merasa cape dan bosan terkait debu batu bara, untuk itu Ahin meminta agar bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon ditutup total, pasalnya masih banyak komoditi lainya yang bisa dilakukan bongkar muat di Pelabuhan bukan hanya batu bara.

“itu kan sudah Jelas aturanya, bongkar muat batu bara itu jaraknya harus 30 KM dari pemukiman warga,  saya sudah capek dan bosan setiap hari harus membersihkan lantai” ungkapnya.

Bukan hanya itu, Ahin juga merasa kaget saat turun hujan di Kota Cirebon kemarin malam, dirinya melihat air yang turun dari talang air diatas berwarna hitam pekat.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua RW 05 Kenduruan, Zaki menjelaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada warga, tentang apa yang menjadi keinginan warga dirinya akan menuruti apa yang menjadi aspirasi warga.

“ya saya mah apa kata warga saja, kalau memang mintanya tutup ya sudah saya juga akan minta demikian (tutup),” terangnya.

Seluruh warga yang hadir dalam pertemuan tadi sepakat, bahwa mereka tidak bicara tentang kompensasi, tetapi mereka lebih menginginkan agar bongkar muat batu bara ditutup.

“ini bukan soal kompensasi, mau 20 Juta ataupun 30 Juta buat apa, kita cuma minta agar sehat tidak terkena dampak debu batu bara” ujar warga yang ikut rapat.

Eni, Ketua RT 05 pun menyatakan bahwa kegiatan bongkar muat Batubara ini harus tutup.

“Air bak jadi hitam, debu batubara sampai masuk kedalam kamar. Jadi kami hanya ingin semua kembali seperti semula, tidak ada lagi debu batubara. Ya kegiatan harus tutup,” ungkap Eni.

Inapos pun mencoba meminta tanggapan Persoalan Menteri Lingkungan Hidup, Ketua MPR RI dan Dirjen Gakkum KLHK, namun mereka belum memberikan jawaban. (Kris)