Jakarta.- Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki koneksi langsung dengan pasar terbesar dunia, yaitu dengan Selat Malaka sebagai jalur laut paling aktif di dunia dan menjadi rute utama pelayaran global.

Pendekar Indonesia, KOMPI dan ICSC menyelenggarakan diskusi publik dengan tema “Meningkatkan Ekonomi Bersama Presiden Yang Peduli Keamanan Laut”, dengan pembicara Dr.Hendrawan Saragi selaku peneliti ekonomi dan pengembangan wilayah yang juga merupakan Ketua Umum Pendekar Indonesia dan Laksamana Muda TNI Soleman B. Ponto, S.T., M.H. selaku mantan kepala BAIS TNI tahun (2011-2013).

Menurut Dr. Hendrawan Saragi dalam perspektif ekonomi terdapat beberapa poin penting dalam menjaga keamanan laut yang dapat memacu tingkat perekonomian:

Tantangan Wilayah Terisolasi

Daerah yang lambat maju biasanya adalah daerah yang terisolasi. Tidak hanya daerah pegunungan, pulau-pulau kecil di laut yang terpencil juga merupakan daerah terisolasi.

Masyarakat terputus dari interaksi budaya yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam kemajuan umum umat manusia. Isolasi geografis memiliki efek negatif, dan terkadang menghancurkan, berdampak pada pembangunan ekonomi dan budaya. hambatan geografis yang parah memisahkan banyak orang di daerah tersebut dan salah satu tandanya adalah banyaknya bahasa yang berbeda dalam satu wilayah.

“Misalnya di daerah pegunungan Papua ada 320 bahasa yang berbeda, di Papua Barat ada 102 bahasa, di NTT ada 71 bahasa, di Maluku ada 62 bahasa, Sulawesi Tengah ada 21 bahasa, sedangkan di Yogyakarta hanya ada 1 bahasa,” kata Hendrawan, Kamis (24/11/2022).

Saat ini ada 22 kabupaten di Provinsi Papua yang termasuk daerah tertinggal, 14 Kabupaten di NTT, 8 kabupaten di Maluku, dan 3 Kabupaten di Sulawesi Tengah. Di manapun orang terisolasi, baik oleh gurun atau di pulau-pulau yang jauh di laut atau di pegunungan, mereka cenderung tertinggal dari ekonomi dan budaya kemajuan di dunia.

Wilayah Perlu Melakukan Spesialisasi Produksi

Dalam perdagangan semua pihak pasti ingin mendapatkan keuntungan dari transaksi tersebut. Tidak mungkin akan terjadi perdagangan jika semua pihak sudah dapat memenuhi kebutuhannya. Ekonomi meningkat seiring dengan meningkatnya pembelian, karena pekerjaan diciptakan bagi pekerja untuk memproduksi barang dan jasa. Kekayaan suatu wilayah terdiri dari barang dan jasa yang diproduksinya. Setiap wilayah harus memilih untuk menghasilkan satu atau sedikit produk dan tidak memproduksi berbagai macam produk. Ini berarti bahwa meskipun suatu wilayah lebih baik daripada wilayah lain dalam memproduksi sesuatu, wilayah tersebut masih dapat berdagang dengan wilayah lain.

Jika hal ini terjadi,wilayah yang lebih produktif dapat berspesialisasi pada produksi satu jenis produk sementara wilayah lain mengkhususkan diri pada produk lain, sehingga saling menguntungkan satu sama lain. Hal berikutnya adalah dengan meningkatkan jumlah produksi atau jasa di suatu wilayah sampai efisien di jumlah tertentu.

Membangun Kedigdayaan Maritim

Tampaknya lebih dari kebetulan bahwa peradaban paling awal yang diketahui yakni di Timur Tengah, di India, dan di Tiongkok semuanya dimulai di lembah sungai, dan sebagian besar kota-kota besar di seluruh dunia dibangun di atas air yang dapat dilayari. Hal ini disebabkan lebih murah mengirimkan barang ribuan mil melalui air daripada lewat darat. Pada abad ke-13, jaringan perdagangan maritim yang lua, yang berpusat di sepanjang sungai, kanal, dan perairan pesisir Eropa dan Tiongkok yang dapat dilayari didirikan.

Pengiriman menggunakan Selat Inggris, Laut Utara, Baltik, dan Mediterania, di mana kota-kota terpenting adalah pelabuhan pesisir atau pedalaman (London, Königsberg, Hamburg, Lisbon, Barcelona, dan Venesia).

Pentingnya pelabuhan dalam perdagangan telah berjalan lama di negara kita. Pelabuhan mendukung perkembangan awal perdagangan Internasional sejak jaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta masa kolonial oleh VOC.

Banyak pelabuhan menjadi platform industri yang penting. Dengan globalisasi dan peti kemas, pelabuhan meningkatkan kepentingannya dalam mendukung perdagangan Internasional dan rantai pasokan global. Perdagangan sungai telah berlangsung sepanjang sejarah, dan bahkan kanal dibangun untuk mengangkut barang-barang berat.

Siklus ekonomi terkait dengan berbagai inovasi termasuk pelayaran yang memengaruhi peluang ekonomi untuk produksi, distribusi, dan konsumsi. Pelayaran menyatukan faktor-faktor produksi dalam jaringan yang kompleks antara produsen dan konsumen.

Hasilnya biasanya adalah pembagian produksi yang lebih efisien dengan mengeksploitasi keunggulan geografis, serta sarana untuk mengembangkan skala dan ruang lingkup ekonomi. Produktivitas ruang, modal, dan tenaga kerja meningkat dengan efisiensi distribusi dan mobilitas. Sistem pelayaran berbasis sumber daya mendukung ekstraksi komoditas di suatu wilayah dan meneruskannya ke wilayah lain.

Pengembangan pelayaran akan menjadi alat kontrol teritorial, ini dapat mempererat persatuan wilayah di negara dimana akan terjadi keadilan dengan pengurangan kesenjangan ekonomi antar wilayah. Negara kita berada pada jalur perdagangan dunia, dengan 40 persen perdagangan dunia melalui Selat Malaka, maka wilayah-wilayah yang berdekatan perlu memutuskan untuk mengizinkan berkembangnya ekonomi pasar di wilayahnya.

Jalankan Pertahanan Negara Kepulauan

Undang-Undang Pertahanan negara No 3 Tahun 2002 disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pertahanan negara sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara yang merupakan usaha untuk mewujudkan satu kesatuan pertahanan negara guna mencapai tujuan nasional, yaitu untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Perlu diingat bahwa perdagangan itu sendiri mempromosikan perdamaian dengan menyatukan orang-orang dari berbagai wilayah menjadi satu ekonomi nasional maupun internasional. Setiap pembatasan perdagangan akibat terisolasi dapat memecah belah orang-orang dari berbagai wilayah dan itu akan membuat mereka kurang berinvestasi dalam kesejahteraan satu sama lain daripada yang seharusnya. Ketika pembatasan perdagangan berlipat ganda, orang-orang di satu wilayah menjadi kurang bergantung pada orang-orang di wilayah lain sebagai pemasok dan sebagai pelanggan. Ikatan pemahaman sebagai satu bangsa yang tadinya diciptakan dan diperkuat oleh perdagangan damai akan melemah. Dapat dikatakan bahwa perdagangan merupakan bagian dari upaya pertahanan negara.

Kemudian pemaparan Laksamana Muda TNI Soleman B. Ponto, S.T., M.H menyatakan, bahwa sampai saat ini Indonesia perlu membentuk Coast Guard lantaran masih beresikonya keamanan laut. Sehingga bila tidak ada pelayaran bukan hanya merusak ekonomi melainkan politik, sosial dan budayanya akan terganggu.

“Hal itulah kerugian-kerugian yang tidak terhitung. Lain lagi bila dalam pelayaran dengan aman dan tentram maka banyak yang akan datang,” pungkasnya.