Hati-Hati… Jembatan Desa Kerakas dan Desa Kemingking “Ambruk” Diduga Ancam Nyawa Korban

0
84

Inapost.Com Kerakas, Bangka Barat – Waspadalah bagi pengendara roda dua maupun roda empat saat hendak melintasi jembatan akses jalan raya antara Desa Kerakas dan Desa Kemingking jembatan tersebut” Ambruk” sehingga diduga akan mengancam nyawa korban jika lalai dalam mengendarai kendaraannya.

Pantauan Wartawan, Kamis (15/04/2021) di lokasi, tampak jembatan akses jalan raya dari Desa Kerakas dan Desa Kemingking “Ambruk” sedangkan rambu-rambu disekitar tersebut tidak terlihat dipasang kemudian saat melintasi jembatan yang “Ambruk” pada malam hari juga tidak ditemukan penerang lampu alias gelap gulita sehingga diduga akan merenggut nyawa korban bagi pengendara yang tidak mengetahui hal tersebut.

Kabid Bina Marga dan Plt. Kadis PUPR Provnsi Kepulauan Bangka Belitung, Pak Jantani Ali saat dikonfirmasi Wartawan, Rabu (14/04/2021) melalui sambungan telpon seluler milik pribadinya mengatakan ,”memang benar atau mengetahui jika jembatan akses jalan raya antara Desa Kerakas dan Desa Kemingking “Ambruk alias Jebol” bahkan dikatakan jantani ali pihaknya sudah pernah turun kelokasi tersebut guna mengecak langsung kondisi jembatan yang “Ambruk”.

“Pihak kami sudah cek lapangan langsung dan sudah dipasang rambu-rambu peringatannya. namun lagi-lagi rambu tersebut hilang begitu saja, “ucap Kabid BM dan Plt Kadis PUPR Provinsi Bangka Belitung.

“Jembatan yang ambruk alias jebol tersebut akibat olah para oknum penambang Timah disekitar jembatan sehingga mengakibatkan ‘Ambruk atau Jebol’,”katanya.

Diketahui,Jembatan yang ambruk tersebut sudah beberapa minggu yang lalu saat hujan lebat yang didasari cuaca yang tidak menentu.

Meskipun Tim dari pihak Dinas PUPR Provinsi Bangka Belitung sempat sudah turun langsung untuk meninjau kondisi jembatan yang ambruk alias Jebol, sangat disayangkan jika tidak secepatnya untuk dilakukan perbaikan sehingga tidak menelan korban.

Tidak ditemukan adanya perbaikan dari jembatan yang ambruk tadi, mungkin saja setelah menelan korban baru bisa diperbaiki jembatan yang ambruk alias Jebol tersebut.

Sementara itu, Kades Kerakas , Junai, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (15/04/2021), melalui sambungan telepon milik pribadinya ditanya mengenai jembatan yang “Ambruk alias Jebol”, dirinya mengakui memang benar jembatan itu “Ambruk alias Jebol”.

Dikatakan Junai, bahwa pihak Dinas PUPR Provinsi Bangka Belitung dari kemarin hingga mungkin hari ini sudah turun ke lokasi untuk mengecek kondisi jembatan tersebut.

“Disinggung,berapa lama jembatan tersebut “Ambruk alias Jebol”? Dirinya mengatakan sudah hampir tiga minggu atau empat minggu namun hanya dipasang rambu-rambu saja,”ujar Junai, Kades Kerakas.

“Mungkin hari atau kemarin rambu-rambunya di pasang sebelah kiri dan kanan jalan,” ungkapnya.

Kepala Desa Kerakas,Junai, membantah tuduhan dari pihak Dinas PUPR Provinsi Bangka Belitung jika ambruk atau jebol jembatan tersebut diakibatkan oleh ulah para penambang timah di sekitar itu.

“Sebelumnya, Jembatan tersebut Ambruk alias Jebol sudah dua hingga tiga kali, mungkin saja harus di cor saja saat pembangunan jembatan tersebut karena debit air di sekitar itu sangatlah tinggi sehingga tidak ambuk alias tidak jebol lagi,” jelas Kades Kerakas, Junai.

Ditanya, Jika Jembatan itu ambruk alias jebol apakah perencanaannya kurang matang dalam membangun jembatan tersebut?

“Entah lah, kalau soal itu saja tidak tahu, itu ranahnya pihak konsultan dari Dinas PUPR Provinsi Bangka Belitung,” terangnya. (M)