Happy Mulya : Sinergitas Diperlukan Untuk Pengelolaan dan Pengembangan Wisata di Waduk Darma

0
542
KUNINGAN.- Waduk Darma merupakan aset Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung yang bisa melayani irigasi sebesar 8000 hektar sawah. Sedangkan untuk air baku mencapai 60 liter/detik bahkan bisa ditingkatkan mencapai 120 liter/detik untuk pelayanan di Kabupaten Kuningan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung Ir. Happy Mulya, usai acara peringatan Hari Air Dunia ke 27 Tingkat Provinsi Jawa Barat sekaligus pencanangan Destinasi Wisata Waduk Darma sebagai Wisata Internasional, Jum’at (29/3).
Namun, lanjut Happy, Problem saat ini ialah maraknya Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Darma ini menurut data sebanyak 4500 KJA. Setelah dilakukan studi sebaiknya minimal hanya 1500 KJA karena semakin banyak keramba, pakan ikan akan mempengaruhi kualitas air.
Untuk itu, perlu adanya sinergi baik pengelolaan maupun dalam hal pengembangan wisata.
“Sekarang saja baunya luar biasa, kualitas air sangat jelek sehingga menjadikan air baku di PDAM Kuningan perlu diolah biaya yang cukup mahal,” ucap Happy.
Masih kata Happy, dirinya mengatakan, hal yang menarik dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah memperkenalkan Keramba Jaring Apung Smart, yang keunggulannya dimana pakan ikan tidak langsung ke dasar waduk tapi ada semacam penangkap.
“Saya berfikir tadinya KJA harus ditertibkan, akan tetapi Pa Gubernur memperkenalkan alat tersebut yang berwawasan lingkungan. Mudah-mudahan ini bisa terealisasi karena untuk menarik wisatawan baik lokal, regional maupun internasional,” ujarnya.
Happy berharap, Development Gold atau pembangunan berkelanjutan pada tahun 2030 harus mencapai 100 persen, sedangkan saat ini Jabar baru 68,2 berarti masih ada PR yang harus dikerjakan, tentunya harus ada tampungan air seperti waduk.
“Kami memiliki enam waduk yang lama diantaranya, Waduk Darma, Malahayu, Setu patok, Sedong, Bisa, Ranca Bereum. Ini semua waduk yang dibangun pasca kemerdekaan,” sebutnya.
Tak hanya itu, saat ini juga terdapat pembuataan bendungan berskala besar yang dapat menampung air diantaranya, Jatigede, Cipanas, Kuningan, Ciniru, Bendungan Cimulya dan cipanundan.
“Kami dorong supaya dibangun terkait tampungan air,” lugasnya.
Happy menambahkan, kendala lainnya di wilayah BBWS Cimancis yakni, tingginya erosi dan sedimentasi cukup besar sehingga perlu membangun penahan-penahan sendimen.
“Kami tidak bisa melakukan sendiri, karena perlu restorasi/rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dari mulai Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota terutama yang berada di wilayah BBWS Cimancis. Ini yang rusak, dan yang perlu di rehabilitasi Daerah Aliran Sungai(DAS),” pungkasnya. (Kris)