Hampir 1 Bulan, LP Penganiayaan Pada Wartawan Belum Jelas

0
399

INAPOS, JAKARTA,- Lamban, kalimat ini yang pantas keluar saat mengetahui belum diprosesnya laporan yang dibuat oleh Hariyawan, wartawan Sinar Pagi (SP) pada 1 Oktober 2019 lalu.

Laporan Polisi dengan pelapor Heriyawan

Hariyawan membuat laporan di Polda Metro Jaya (PMJ) dengan bukti tanda lapor Nomor : TBL/6259/X/2019/PMJ/Dit.Reskrimum ini, akibat mengalami perlakuan buruk hampir sebulan lalu, tepatnya 30 September 2019, sekira pukul 20.00 wib, di halaman PMJ.

Berdasarkan keterangan Hariyawan kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke dan sesuai dengan keterangan yang disampaikan pada laporan ke PMJ. Heriyawan dipukuli secara membabi buta oleh puluhan polisi, diduga dari satuan Brimob, menyebabkan kepala bocor, pelipis luka, sekujur tubuh sakit dan bengkak-bengkak.

“Yang bersangkutan datang menjumpai saya, mengadukan nasibnya yang tidak mendapatkan perhatian semestinya dari pihak kepolisian. Laporan Polisi (LP) sudah dibuat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, beberapa jam setelah kejadian, yakni pada Subuh, tanggal 1 Oktober 2019. Sayangnya, hingga hari ini, 25 Oktober 2019, LP yang bersangkutan belum diproses Polri,” jelas Wilson dalan rilisnya.

Menurut Wilson, ada apa dengan polisi. “Pertanyaan sederhana saya, mengapa polisi belum memproses kasus pengeroyokan dan penganiayaan warga, rekan wartawan, atas nama Hariyawan ini,” tanya Wilson.
Wilson berharap, Polri sebagai institusi yang diberi tugas dan kewenangan oleh negara, agar sesegera mungkin melaksanakan tanggung jawabnya.
“Menindaklajuti Laporan Polisi atas kasus tersebut,” tegasnya. (Red/Rils).