Hak Publik Dirampok, Prabowo Dilaporkan Barisan Advokat ke Bawaslu

0
272

Inapos, Jakarta.- Barisan Advokat Indonesia (BADI) melaporkan Prabowo Subianto ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Jakarta. Laporan terkait pidato Prabowo yang diduga mengandung pelanggaran Pemilu.

Zheesa F Defega selaku juru bicara (Jubir) dari BADI menerangkan adanya dugaan pelanggaran dari Paslon 02, atas pidato yang bertajuk ‘Indonesia Menang’ di JCC, Senin (14/01) kemarin.

“Kami melihat itu bukan sebuah berita lagi, slotnya lebih dari satu jam. Hal itulah yang ingin kita pertanyakan dan sejauh ini masih dugaan,” ucapnya di Bawaslu RI, Rabu (16/01/19).

Pada peraturan KPU sendiri nomor 23 Tahun 2018 tentang kampanye, padahal belum waktunya berkampanye. Karena disitu 21 hari terhitung dari 24 Maret-13April dan itu sangat melanggar.

BADI berharap, “agar Bawaslu mengkaji atau memeriksa lebih objektif dalam hal dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh Paslon 02,” harapnya.

Ia juga merinci isi pidato Prabowo, lebih ke visi dan misi 5 tahun kedepan apabila terpilih. Oleh karenanya dalam peraturan KPU sendiri belum waktunya, UU nomor 7 tahun 2017 tidak boleh ada namanya hak publik ini dirampok.

“Satu jam lebih waktu itu digunakan Paslon 02 dan saya lihat lebih ke acara internal visi dan misi,” jelasnya. (Elwan)