Hadiri Perayaan Cap Go Meh, Menag Ajak Semua Terus Berbuat Baik

0
92

JAKARTA.- Mewakili Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Fachrul Razi, menghadiri perayaan Cap Go Meh 2571 tahun 2020 di JIEXPO Convention Center dan Theater, Jakarta, Sabtu (15/2/20) malam.

Menag menyampaikan terima kasih Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) yang terus berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

“Memaknai perayaan Cap Go Meh tahun 2571 ini, saya mengajak kita semua untuk terus berbuat baik bagi terwujudnya kehidupan dunia yang lebih baik,” ajak Menag.

Menurutnya, setiap agama mengajarkan kepada umatnya untuk selalu memupuk perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan buruk. Sebab,  perbuatan buruk dapat mengakibatkan kerusakan di muka bumi. Patut disyukuri bahwa Indonesia menempatkan agama pada posisi yang sangat strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Dengan itu, kita terus diingatkan bahwa agama yang kita yakini, selain mengajarkan tentang ketuhanan, juga mengajarkan tentang bagaimana seharusnya menjalani hidup secara berdampingan di dalam negara yang berbhineka ini,” kata Menag.

“Selamat Merayakan Cap Go Meh tahun 2571 bagi teman teman yang merayakannya. Jangan pernah bosan untuk terus berbuat baik, bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas untuk Indonesia maju,” pesannya.

Ketua Umum Walubi Sri Hartati Murdaya menyampaikan Cap Go Meh milik anak bangsa. “Dengan Cap Go Meh, kita dapat saling mengisi, saling mencintai untuk Indonesia maju,” katanya.

Dituturkan Sri Hartati, Cap Go Meh saat ini tidak sama dengan dulu. Perayaan tersebut kini sudah semakin semarak. Cap Go Meh menjadi kesempatan yang baik untuk tingkatkan kerukunan, bekerja keras mencapai Indonesia maju.

“Agar kita dapat wariskan negara utuh Indonesia jaya, bukan warisan negara yg berantakan, puing puing di mana-mana menyiksa Indonesia.” kata Sri Hartati.

“Kita harus terus berjuang sampai mencapai yang dicita-citakan,” tutupnya.

Tampak hadir juga, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Ibu Anni Fachrul Razi, para tokoh dan pemuka agama Buddha. (Red)