Gus Ali Azhara Siap Adu Gagasan Terkait Surabaya

0
291

INAPOS, SURABAYA.- Gus Ali Azhara, salah satu peserta konvensi calon Wali Kota (Cawali) di Partai NasDem Kota Surabaya, makin menunjukkan keseriusannya maju di kontestasi pemilihan Wali Kota (Pilwali) dengan membangun jaringan ke segala lini.

Ia optimistis Sanggup mendapatkan dukungan koalisi partai untuk bisa memenuhi persyaratan mendaftarkan diri sebagai pasangan calon di Pilwali Kota Pahlawan 2020 mendatang.

Selain Partai NasDem, pengusaha properti itu juga sudah menjalin komunikasi politik secara intensif dengan partai-partai lain untuk koalisi dalam menghadapi Pilwali Surabaya. Kini, Gus Ali Azhara yang juga anggota keluarga besar Ponpes Al-Khozini, Siwalanpanji-Sidoarjo ini tengah menanti kepastian dari kendaraan politik yang akan mengusungnya sebagai Cawali Surabaya mendatang.

Terkait hal ini aktivis dari Komunitas Milenial Peduli Indonesia (KOMPI) Surabaya, Dedy Mahendra mengatakan, “Seperti prediksi kami, dalam bursa Pilwali akan banyak tokoh dari kalangan Nahdliyin akan turut berpartisipasi. Kan Surabaya kultur masyarakatnya nasionalis dan Nahdliyin. Jadi wajar aja kalau tokoh-tokoh yang muncul berasal dari dua kalangan itu,” ujarnya di Surabaya, Jumat (13/12/2019).

“Sama seperti kepada tokoh-tokoh lain dalam bursa Cawali, kami juga mengapresiasi ikhtiar Gus Ali Azhara maju ke Pilwali, apalagi beliau punya fokus pada tata kota. Kami sudah sempat ngobrol-ngobrol dengan beliau, tampaknya beliau punya misi agar Surabaya bisa menjadi ikon kota bersih, bukan saja lingkungan, melainkan juga bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme,” kata Dedy Mahendra.

Dedy melihat, Gus Ali Azhara cenderung memilih strategi politik senyap dan mengutamakan pendekatan langsung kepada pimpinan-pimpinan partai maupun ormas dan komunitas. Ia menambahkan, “Sepanjang yang saya tahu, Gus Ali Azhara ini mencoba beradu gagasan terkait perbaikan kawasan kumuh di Surabaya dengan usaha pemerataan kesejahteraan sosial ya. Waktu kami ngobrol, beliau ungkapkan keinginan membangun pasar dan pelayanan publik yang menurut beliau di Surabaya sekarang masih jauh dari kata layak,” sambung dia.

“Pelaporan keuangan transparan sehingga masyarakat dapat menilai secara nyata kinerja pemerintahan termasuk mengawasi lelang proyek secara terbuka saya kira itu yang mau diperjuangkan Gus Ali Azhara. Memang itu tak mudah, tapi saya pikir beliau boleh memperjuangkannya. Semua nama di bursa layak diberi kesempatan untuk berjuang dan memperkenalkan misi-visinya,” ujar Dedy Mahendra.

Merespons hal itu, Dedy mengaku para anggota komunitasnya mengusulkan agar Gus Ali Azhara diundang dalam acara Cangkrukan Sore-sore yang biasa digelar KOMPI. Dalam acara itu, para tokoh yang namanya ada di bursa Cawali bisa mengemukakan gagasannya terkait pembangunan Surabaya ke depan. Di acara itu juga masyarakat umum berkesempatan bertanya-jawab dengan tokoh yang ingin maju sebagai penerus kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini.

“KOMPI tetap pada misi mengedukasi masyarakat, agar cerdas dalam menyikapi situasi politik di Surabaya, juga supaya mereka tidak keliru memilih pemimpin, menghindari praktik ‘money politics’ yang marak. Kami rindu ada figur yang bisa membawa Surabaya pada perbaikan dan meneruskan semua yang sudah baik di kota ini. Misi KOMPI sesederhana itu,” pungkas Wakil Ketua KOMPI itu. (Elwan)