Gugatan Class Action ARM Soal Hibah Lahan UGJ, Diduga Ada Unsur Politik

0
67

KOTA CIREBON.- Persoalan hibah lahan untuk Universitas Gunung Jati (UGJ) yang berada di kawasan Stadion Bima Kota Cirebon kembali menyeruak.

Hal itu menyusul adanya rencana gugatan class action yang akan dilakukan oleh Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) terhadap Wali Kota Cirebon dan Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) berkenaan dengan hibah tersebut.

Menanggapi hal itu, Aliansi LSM Kota Cirebon memberikan pernyataan sikap dan menyatakan siap pasang badan.

“Bahwa kami akan tetap menolak dan akan melakukan perlawanan terhadap rencana class action tersebut,” ujar perwakilan Aliansi LSM Kota Cirebon, Riyanto di bilangan Jalan Kartini, Kota Cirebon, Senin (14/6).

 

Pria yang juga Ketua LMP Kota Cirebon itu melanjutkan, pihaknya telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri dan menyelidiki rencana class action yang akan dilakukan ARM terkait hibah lahan UGJ di Kawasan Stadion Bima.

“Bahwa tim investigasi telah bekerja sejak hampir dua minggu yang lalu dan telah menyimpulkan sementara hasil investigasi tersebut,” ujarnya.

Riyanto menyebutkan, berdasarkan hasil investigasi, pihaknya menduga ada unsur politik di balik rencana class action yang akan dilakukan oleh ARM terhadap Wali Kota dan YPSGJ.

“Bahwa kesimpulan sementara tim telah menemukan rencana class action ARM tidak murni bicara hukum. Tetapi telah ditunggangi rencana politik,” ucapnya.

Riyanto menegaskan, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penelusuran untuk mengetahui siapa dalang di balik rencana class action yang akan dilakukan oleh ARM.

“Bahwa apabila dugaan adanya agenda politik di balik rencana class action itu benar adanya, kami akan menindaklanjutinya secara hukum atau secara adat terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua AMX Kota Cirebon M. Hayat mengatakan, rencana gugatan classs action ARM ada perbuatan politik yang akan mengganggu stabilitas yang selama ini masyarakat Kota Cirebon sejak dilantiknya Wali Kota Cirebon, H. Nashrudin Azis terlihat guyub.

“Tetapi dengan adanya tindakan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang dibelakangnya ada dalang, maka kami yang telah mempunyai tim investigasi untuk mencari titik dari oknum tersebut,” terangnya.

Ia menegaskan, apabila ditemukan fakta yang jelas, maka pihaknya dari elemen masyarakat, siapapun yang akan mengganggu stabilitas Kota Cirebon akan berbenturan dengan Aliansi LSM Kota Cirebon.

“Saya tegaskan lagi, ini akan benturan dengan kami,” tegasnya.

Diketahui, Ketua Umum Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid Bangun beserta para tokoh masyarakat cirebon juga beberapa ketua LSM juga Ormas se- wilayah Ciayumajakuning melalui LBH ARM akan mendaftarkan “Gugatan Class Action” terhadap Wali Kota Cirebon dan Pimpinan Yayasan Pendidikan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon terkait Hibah tanah kawasan Stadion Bima ke UGJ. (Kris)