GPJ Kecam Tindakan Represif Aparat Kepolisian

0
112

Jakarta.- Demo mahasiswa yang berlangsung di depan Gedung DPR sejak tadi pagi chaos. Aksi mahasiswa ini berpusat di depan kompleks DPR RI. Awalnya, aksi berjalan damai, tapi menjelang sore, demonstrasi mulai ricuh.

Tak sedikit mahasiswa yang terluka akibat terkena gas air mata. Menyikapi hal tersebut, Panglima besar Gerakan Pemuda Jakarta (GPJ) Ade Selon sependapat dengan tuntutan mahasiswa. Dengan tegas dirinya menolak mendukung dalam hal merestorasi upaya pemberantasan KKN, merestorasi demokrasi, hak rakyat untuk berpendapat, penghormatan perlindungan dan pemenuhan HAM, dan keterlibatan rakyat dalam proses pengambilan kebijakan.

“Selain itu merestorasi perlindungan sumber daya alam, pelaksanaan reformasi agraria dan tenaga kerja dari ekonomi yang eksploitatif, merestorasi kesatuan bangsa dan negara dengan penghapusan diskriminasi antaretnis, pemerataan ekonomi, dan perlindungan bagi perempuan,” ujar Ade.

Kami juga menuntut agar sejumlah Rancangan Undang-undang bermasalah seperti RUU KUHP, RUU KPK, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, maupun RUU SDA ditunda pengesahannya karena bermasalah.

Ia menyebut karena rancangan tersebut dinilai telah mengkhianati rakyat, mengkhianati Pancasila dan UUD 45.

“Kami menyatakan sikap tegas, kami menolak keras RUU KUHP, RUU P-KS dan RUU KPK karena telah mengkhianati rakyat dan mengkhianati pancasila dan UUD 45,” ucap Ade kepada redaksi, di lokasi aksi mahasiswa, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Untuk itu, lanjut Ade, kami mendesak bubarkan DPR RI, sebab tak ada gunanya mereka dipilih oleh rakyat, namun tidak sama sekali mewakili rakyat.

Ade menjelaskan, solusinya cuma satu, yaitu ganti rezim, ganti sistem kembali ke Pancasila dan UUD 45 yang asli dan murni.

Dirinya juga mengkritisi tindakan represif aparat kepolisian, tak hanya di Jakarta. Bahkan di daerah lain pun aparat bertindak brutal terhadap mahasiswa.

“Kami Gerakan Pemuda Jakarta  mengajak seluruh kompenen anak  bangsa satukan barisan sambut panggilan suci, selamatkan NKRI, ganti rezim, ganti sistem kembali ke apancasila dan UUD 1945 yang asli dan murni,” tutup Ade. (Elwan)


Komentar Anda?