GPI Jakarta Raya Akan Gelar Aksi di Mabes Polri

0
84

Jakarta.- Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Jakarta Raya (PW Jakarta Raya) akan menggeruduk Mabes Polri.

Rencana aksi tersebut dibenarkan koordinator aksi, Rahmat Himran Ketum GPI Jakarta Raya saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, ia menuturkan bahwa benar akan dilakukan aksi di Mabes Polri tersebut pada pertengahan Mei 2021 mendatang.

“Benar kami akan menggelar aksi demonstrasi di Mabes Polri menyoal beberapa hal terkait dengan beberapa pelaporan masyarakat Desa Muara Bakti ke Polres Kabupaten Bekasi yang lambat merespon dan terkesan dibiarkan atas apa yang dilakukan para perusak lingkungan hidup. Ini terbukti masih berkelanjutannya  kegiatan pembakaran limbah yang masih terus beroperasi di tempat yang dilaporkan oleh warga masyarakat Desa Muara Bakti.

Selain itu, Rahmat Himran juga menuturkan, “aksi ini juga akan dilakukan apabiila Kapolresta Bekasi, Kabupaten Bekasi tidak tegas dalam menangani kejadian yang di diduga kegiatan ilegal yang mencemari lingkungan dan berdampak kerugian besar terhadap masyarakat Desa Muara Bakti. Ia pun berjanji akan terus menggelar aksi ke Mabes Polri hingga aspirasi warga masyarakat Desa Muara Bakti terpenuhi rasa keadilannya,” tegas Rahmat, Selasa (4/5/2021).

“Kami berharap masalah ini dapat di dengar dan langsung dtangani oleh Mabes Polri apabila Kapolres Kabupaten Bekasi lalai dalam melaksanakan proses pelaporan masyarakat Desa Muara Bakti, karena ini masalah yang serius seperti kegiatan yang diduga ilegal yang merusak lingkungan dan bahkan pelanggaran lainnya seperti undang-undang lingkungan hidup, tentang kesehatan dan keselamatan masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya telah dikabarkan lebih dua pekan, masyarakat kampung Babakan Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, merasa terganggu dengan adanya aktivitas pembakaran limbah yang mengganggu. Warga yang sepakat menolak karena takut terhadap dampak yang akan di timbulkan terutama kesehatan, warga juga sudah membuat petisi, bahkan isi dari petisi tersebut sudah ditanda tangani oleh masyarakat.

Aktivitas pembakaran limbah yang jelas-jelas menggangu karena asap yang di timbulkan khususnya warga sekitar yang berada dekat lokasi pembakaran, tidak mempunyai izin baik dari lingkungan maupun dari Kepala Desa Muara Bakti.
Sekdes Muara Bakti Yudi saat ditemui warga di rumah Kepala Desa pada 19 April 2021 mengatakan kalau dirinya membenarkan adanya kegiatan tersebut, dan sudah melakukan peneguran langsung ke pihak pengusaha limbah tersebut seorang diri.
Namun setelah ada peneguran langsung dari Sekdes Yudi kegiatan langsung di hentikan,

“Sebenarnya masalah ini sepele hanya karena belum ada izin dari Pemdes dan terlanjur di viral-viralkan makanya jadi ramai kesannya, saya juga bukannya diam saya tegur langsung saya datangi sendiri tanpa melibatkan RT/RW atau yang lainnya,” tegasnya sambil menunjukan sebuah video dirinya.

Masih menurut Sekdes Yudi, “kita tegaskan ke masyarakat para RT/RW dan Kepala Dusun supaya jangan terlalu gegabah dalam menyikapi hal ini, jangan sampe kita yang di rugikan kita yang jadi tersangka,” jelasnya.

Sementara di tempat terpisah Mustofa salah satu Kasi Pelayanan dan juga ketua Gapoktan Desa Muara Bakti saat di wawancara media mengatakan, ”informasi adanya aktivitas pembakaran kita dapat dari masyarakat, dan kita cek langsung ke lokasi ternyata benar ada kegiatan pembakaran limbah, disini jelas pihak para petani sangat dirugikan akibat pembakaran tersebut tanaman padi di sekitarnya layu dan memerah, saya sudah mendatangi langsung kelokasi saya pun berkoordinasi dengan Kepala Desa selaku pimpinan kita, takutnya kita seperti ini pihak pengusaha tahu-tahu sudah berkoordinasi dengan Pak Lurah, saya mendapat info dari Pak Lurah kalo itu memang tidak ada info, makanya saya dan masyarakat membuat petisi yang isinya penolakan,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Nadih kepala Dusun 1 Desa Muara Bakti, dirinya mengungkapkan pada saat mendatangi lokasi pembakaran adanya penolakan untuk pengambilan gambar dari para pekerja di lokasi, dengan sedikit penekanan akhirnya dirinya bisa memasuki lokasi pembakaran dengan menunjukan beberapa bukti video. Nadih mengatakan, “saya sangat jengkel sekali karena benar-benar ngeyel ada lagi ada lagi pembakaran, saya juga dilarang ambil gambar oleh para pekerja disitu, saya tegaskan bahwa saya Kepala Dusun disini berhak dan wajib mengetahui apa yang terjadi disini, apa lagi ini sudah merugikan lingkungan sekitar, saya pun menanyakan ke Pak Lurah, kata Pak Lurah memang ini tidak ada koordinasi baik ke Desa maupun lingkungan,” ungkapnya.

Pembakaran itu dilakukan pada malam hari dan masyarakat mengeluhkan bukan hanya asap pembakaran tapi abu sisa pembakaran yang berterbangan kemana-mana itu sangat mengganggu khususnya warga yang berdekatan dengan area pembakaran.
Masyarakat berharap segera ada tindakan tegas dari pemerintah setempat baik itu Desa maupun pihak-pihak terkait, jangan sampai hal ini terus berlanjut dan masyarakat yang dirugikan.