Jakarta.- Dalam momentum 1 tahun kinerja Jokowi-Ma’ruf Amin pada hari ini, massa mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan elemen buruh menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020).

Namun hal itu tidak dilakukan Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Islam (PW GPI) Jakarta Raya untuk turun aksi. GPI yang tak pernah absen dalam melakukan aksi jalanan, berbeda pada hari ini. Dimana PW GPI Jakarta Raya lebih memilih menggelar diskusi dalam mengevaluasi kepemimpinan Jokowi-Amin.

Ketua GPI Jakarta Raya, Rahmat Himran menyatakan bahwa saat ini memang GPI tidak turun ke jalan. “Sebab dari aksi sebelumnya kami melihat banyaknya korban yang terkena gas air mata, tindakan represif aparat dan juga oknum yang merusak bahkan membakar fasilitas umum. Maka untuk itu menjelang 20 Oktober kami melakukan rapat pengurus dalam mengambil langkah yang lebih bermanfaat, yaitu dengan digelarnya diskusi nasional yang bertajuk ‘Evaluasi 1 tahun kinerja pemerintahan Jokowi-Amin’ dan itu disepakati seluruh Pengurus Daerah (PD) Jakarta Raya,” ujar Rahmat.

Maka atas terselenggaranya diskusi tersebut, banyak berbagai elemen organisasi yang turut hadir dalam diskusi pada siang tadi. “Sehingga tidak banyak massa yang turun aksi sampai sore tadi situasi kondusif dan tidak terjadi kericuhan. Karena sebelumnya pada Selasa (13/10) lalu, Menteng Raya 58 yang dimana markas PP GPI dijadikan posko evakuasi bagi korban yang terkena gas air mata, hingga menimbulkan rasa kecurigaan aparat lalu menggeruduk markas dan beberapa pengurus GPI diamankan, hingga akhirnya kini dapat dipulangkan,” ucap Rahmat. (El)