Selasa, Juni 25, 2024
BerandaHukum dan KriminalGO TV Kabel Jawab Somasi MNC Group

GO TV Kabel Jawab Somasi MNC Group

Inapos, Jakarta.- GO TV Kabel Indonesia hari ini kembali menyelenggarakan Konferensi Pers menjawab somasi MNC Group, bertempat di Senayan City, Jakarta, Jumat (06/10/17 ).

Tim Kuasa Hukum dan Advokasi GO TV Kabel Indonesia telah mengeluarkan jawaban atas somasi yang dikeluarkan MNC Group tertanggal 26 September lalu, perihal somasi larangan penayangan MNC Group di Wava Ungaran Visi Utama (Wava TV Cable).

Menurut Kuasa Hukum GO TV Kabel Indonesia, Paul Alexander Oroh S,H menyatakan bahwa, “Wava TV Kabel adalah Lembaga Penyiaran Berlangganan (LPB) TV Kabel yang telah memiliki legalitas hukum berdasarkan UU No.32 Tahun 2002 tentang penyiaran, sementara RCTI, MNC TV dan GLOBAL TV adalah Lembaga Penyiaran Swasta (LPS). Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, adalah siaran tidak berbayar,” ucap Paul.

Paul menambahkan bahwa klien kami tidak pernah menjual, mengkomersialkan ataupun menerima uang atas channel l-TA Free to Air (FTA) nasional yang kami tayangkan.

“Penyiaran FTA Nasional semata-mata karena kebutuhan dan hak masyarakat menengah kebawah, untuk memperoleh informasi dan hiburan tanpa berbayar yang dilindung UU Penyiaran No.32 Tahun 2002,” jelasnya.

“Kami menghimbau saudara berhenti mengambil uang dari UKM Media dan mengemban tanggung jawab mendukung UKM, seperti himbauan Bapak Presiden Republik Indonesia, Kami menyesalkan telah terjadi intimidasi dan pemaksaan dari personil MNC Group di tempat kami, untuk itu kami mencanangkan langkah-langkah hukum yang akan kami lakukan.

“Demikian juga rekan-rekan kami para operator TV Kabel mengalami hal yang sama, dimana mereka

diintimidasi dan dipaksa untuk berkontrak dan membayar, ini adalah bentuk pemaksaan,” tukasnya.

Paul menghimbau kesadaran dan tanggungjawabnya sebagai korporasi besar dan penikmat frekuensi publik, untuk menyebarluaskan informasi menggunakan frekuensi publik yang diberikan pemerintah.

“Wava TV Kabel sudah pernah mengajukan permohonan izin kepada LPS tersebut untuk menyiarkan siaran MNC group tetapi ditolak, dengan alasan belum bisa bekerjasama. Untuk dapat bekerjasama, semua LPB yang memperoleh izin untuk menyiarkan siaran MNC group tersebut diharuskan untuk membayar kepada PT MNC Sky Vision,” pungkasnya. (Elwan)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -    

Most Popular

Recent Comments