Kasus BMT Global Insani Diduga Mandek, GMBI Lapor Propam Mabes Polri

2
2080

INAPOS, KABUPATEN CIREBON.- Persoalan penanganan kasus BMT Global Insani dan PT. Surabraja Mandiri belum juga tuntas. Proses penyidikan Polres Kabupaten Cirebon terhadap kasus tersebut, diduga tidak sungguh – sungguh alias setengah hati.

Padahal berdasarkan release Kapolres Kabupaten Cirebon yang dimuat sejumlah media pada Januari 2019 lalu, penyidik sudah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Namun sampai dengan saat ini kasus tersebut belum juga dipersidangan dihadapan hakim PN Sumber.

Ketua DPD LSM GMBI Cirebon Raya, Maman Kurtubi mengatakan, kasus investasi bodong BMT Global Insani yang merugikan nasabah sebesar Rp 77 Milyar itu, sudah lama berada dimeja penyidik Polres Kabupaten Cirebon. Namun sampai saat ini tersangka yang ditetapkan penyidik, diantaranya adalah HB, HA, YEB, AFB, ASK, dan HJ tidak pernah dilakukan penahanan oleh penyidik Polres Kabupaten Cirebon.

“Kami LSM GMBI Cirebon Raya, selama ini selalu mengikuti perkembangan kasus BMT Global Insani dan PT. Surabraja Mandiri yang ditangani oleh Polres Kabupaten Cirebon. Hampir 1 tahun setelah penetapan tersangka, belum juga ada kejelasan tentang kepastian hukum perkaranya. Apakah memang penyidikannya dihentikan atau masih berjalan. Selama ini tidak ada kejelasan. Bahkan tersangkanya pun tidak ditahan, ada apa? Apakah memang ada yang menjamin atau seperti apa?,” ungkap Maman.

Maman menegaskan, kasus investasi bodong itu dimulai sejak tahun 2011 hingga 2017 dan telah merugikan uang nasabah sebanyak Rp 77,98 miliar dengan total 4.300 orang. Informasi tersebut menurutnya sesuai dengan isi release Kapolres Kabupaten Cirebon AKBP Suhermanto kepada sejumlah media pada 31 Januari 2019 lalu.

“Saat itu disejumlah media, Kapolres Kabupaten Cirebon mengatakan, yang sudah diperiksa oleh Polres sebanyak 39 orang sebagai saksi. Bahkan pada saat itu dikatakan, yang melapor di posko pengaduan korban BMT Global Insani adalah sebanyak 144 orang. Melihat jejak itu harusnya ada perkembangan yang mengarah ke penuntasan perkaranya. Namun sampai detik ini penyidik Polres Cirebon belum juga melimpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon,” terangnya.

Dikatakan Maman, Mereka yang menjadi tersangka merupakan para elite perusahaan tersebut. Yakni HB sebagai direktur utama PT Surabraja Mandiri, HA selaku komisaris PT Surabraja Mandiri, SKY sebagai direktur BMT Global Insani, YEB selaku direktur I PT Surabraja Mandiri, AFB selaku direktur II PT Surabraja Mandiri, dan HJ sebagai manager operasional BMT Global Insani.

“Dari kasus penipuan berkedok investasi tersebut Kapolres Cirebon pernah mengatakan tersangka dapat dikenakan Pasal 9 ayat 1 Juncto Pasal 5 ayat 1 juncto Pasal 22 UU RI Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan maksimal 15 tahun. Namun nyatanya sampai saat ini, tersangka masih bebas berkeliaran dan penanganan perkaranya juga tidak jelas,” terang Maman.

Atas persoalan tersebut, Maman yang juga selaku Ketua DPD LSM GMBI Cirebon Raya mengadukan penanganan penyidikan Polres Kabupaten Cirebon itu ke Propam dan Irwasum Mabes Polri Republik Indonesia. Bahkan sejumlah institusi tinggi negara juga dikirimi surat pengaduan tersebut diantaranya, Presiden RI, Ketua Komisi III DPR RI, Ketua Kompolnas, Ketua Komnas HAM, Kapolri, Karowassidik Mabes Polri, Kapolda Jawa Barat, Irwasda Polda Jabar, Propam Polda Jabar dan Ditreskrimsus Polda Jabar. Pengaduannya tersebut, menurut Maman adalah bentuk kepedulian LSM GMBI dalam mewujudkan penegakan hukum yang bersih, profesional dan jauh dari praktek KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).

Dalam isi surat DPD LSM GMBI Cirebon Raya Nomor : 145/LSM-GMBI/Distrik-Crb/XI/2019 tanggal 12 Nopember 2019 yang ditujukan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia u.p Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri, LSM GMBI menyampaikan Pengaduan Masyarakat (Dumas) mengenai macet dan mangkraknya serta mandulnya proses perkara hukum (penyidikan) di Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Polda Jawa Barat, yang terindikasi adanya tindakan penyalahgunaan wewenang dalam jabatannya di Polres Cirebon Polda Jawa Barat yang perlu diusut sampai dengan tuntas perihal penanganan perkara dugaan tindak perkara perbankan syariah dan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam pasal 59 ayat (1) dan (2) UU RI No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah dan pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang yang dilakukan oleh BMT Global Insani dan PT. Surabraja Mandiri di Kabupaten Cirebon Propinsi Jawa Barat.

LSM GMBI menduga pihak penyidik di Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Polda Jawa Barat diduga sudah masuk angin secara berjamaah. Dimana proses perkara hukum (penyidikan) diduga tidak netral, tidak transparan dan diduga adanya keberpihakan serta adanya dugaan intervensi hukum oleh pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab sekaligus diduga adanya sindikat mafia kasus (markus) di Polres Cirebon Polda Jawa Barat yang perlu ditindak tegas dan diberikan hukuman atau sanksi yang seberat – beratnya kepada pihak Penyidik di Satuan Reserse Kriminal Polres Kabupaten Cirebon Polda Jawa Barat.

Sementara itu, Sekretaris Distrik LSM GMBI Cirebon Raya, Heri Suhardi menambahkan, berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Pengawasan Penyidikan (SP2HP2) Polda Jawa Barat Nomor : B/1039/V/2019/Dit Reskrimsus tertanggal 8 Mei 2019, Kepolisian Negara Republik Indonesia Jawa Barat menerangkan penetapkan tersangka atas nama inisial HB, HA, YEB, AFB, SKY, HJ namun pada kenyataannya sampai saat ini belum dilakukan proses penahanan terhadap para tersangka.

“Kami LSM GMBI Cirebon Raya selaku pelapor mengharapkan keadilan dan kepastian hukum terkait dengan perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Perbankan Syariah yang dilakukan oleh BMT Global Insani dan PT Surabraja Mandiri. Kami berharap penegakan hukum di Kabupaten Cirebon dapat benar – benar ditegakkan sesuai dengan asas – asas keadilan hukum, bahwa semua orang dipandang sama hak, harkat dan martabatnya dimata hukum,” pungkasnya.(Andri Gondrong)


Komentar Anda?

2 KOMENTAR

  1. Hi there, just turned into alert to your blog through Google, and located that it is really informative. I’m gonna watch out for brussels. I will appreciate for those who continue this in future. A lot of folks will probably be benefited from your writing. Cheers!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here