INAPOS, KABUPATEN CIREBON,- Mangkraknya proyek peningkatan jalan Pangenan – Bendungan yang bernilai Rp. 425.000.000 terus mendapat keluhan bahkan memakan korban. Sejak berhentinya proyek hingga dimulai laginya proyek, Sabtu (05/09/2019) sedikitnya enam orang terluka akibat kondisi jalan yang buruk akibat tumpukan kerikil yang berada di pinggir jalan.

Kepada Inapos, Satori sebagai Ketua GMBI KSM Pangenan meminta agar pelaksana pekerjaan bertanggungjawab.

“Kontraktor harus bertanggungjawab terhadap banyaknya kecelakaan, akibat kondisi jalan yang tidak baik sejak dimulainya peningkatan jalan tersebut. Kontraktor bisa terkena pasal 360 KUHP,” tegas Satori di markasnya, Sabtu (05/09/2019).

Bayu korban kecelakaan akibat jalan rusak.

Masih menurut Satori, selain harus bertanggungjawab terhadap banyaknya kecelakaan, patut diduga pelaksanaan pekerjaan ini bermasalah pula secara administrasi.

“Pelaksana pekerjaan ini terlalu banyak bermasalah. Bahkan kami mendapat keluhan dari supir stum, uang makanya saja telat dibayar. Jika menilik dari surat pemberitahuan dimulainya pekerjaan yaitu pada 23 Agustus lalu dan waktu pekerjaan 90 hari kerja, berarti tinggal 18 hari lagi. Saya meyakini perkerjaan tidak akan baik sesuai aturan,” tandasnya.

Namun ketika pelaksana pekerjaan ditemui dilapangan, Sono mengaku bahwa ketelatan pekerjaan karena pihak Dinas PUPR.

“Kami ini mau menjalankan sesuai prosedur, tapi pihak DPUPR justru menarik stum dan DPUPR alat-alatnya tidak bagus,” jelas Sono, Sabtu (05/09/2019).

Dikarenakan ketelatan yang disebabkan pihak DPUPR, Sono tetap memastikan pekerjaan sesuai jadwal.

“Kita akan selesai sesuai waktu yang ditentukan yaitu 90 hari kerja. Kita pun akan bertanggungjawab terhadap korban-korban yang diakibatkan pekerjaan ini,” jawab Sono saat ditanyakan tentang adanya korban kecelakaan.

Sampai berita ini diturunkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) belum bisa dimintai tanggapannya.(Cep’s).