Jakarta.- Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Buru Bersatu (GMBB) menggelar aksi di depan Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Mereka meminta pemerintah menutup penambangan ilegal, di Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku.

Frans sebagai salah satu massa GMBB mendesak, Kejagung dan Kepolisian agar memeriksa Bupati Buru atas dugaan keterlibatan dalam penambangan ilegal. “Kami juga meminta Presiden dan Kementerian ESDM segera menutup penambangan ilegal tersebut,” tegas Frans.

Ia juga menegaskan, agar Bupati Buru bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan di lokasi tambang Gunung Botak.

“Kami melihat aktivitas penambangan di Gunung Botak masih terjadi sampai saat ini, bahkan berakibat pada pencemaran lingkungan limbah bahan kimia berbahaya yang mencemari anak Sungai Anahoni di kawasan tambangĀ emas Gunung Botak. Tak hanya itu, kesehatan masyarakat juga dapat terganggu atas penambangan ilegal yang tidak tersentuh oleh hukum,” tukasnya.

Dalam aksinya juga, dirinya mendesak agar Mabes Polri dapat mencopot Kapolres Pulau Buru atas pembiaran terhadap mafia penambangan ilegal di Gunung Botak.

Sampai berita ini diterbitkan, kami belum dapat mengkonfirmasi pihak terkait.