Geprindo : Panglima TNI Jangan Ragu Bertindak

0
417

Inapos, Jakarta.- Terkait dengan beredarnya rekaman pernyataan Panglima TNI di depan petinggi Purnawirawan TNI. Dimana dalam pidato Panglima TNI dikatakan, TNI akan menyerbu pihak-pihak yang hendak memasukan 5000 senjata impor secara ilegal, meskipun berhadapan dengan seorang Jenderal sekalipun.

Dalam pandangannya Ketua Umum Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P Simanjuntak mengatakan, menurut saya pernyataan tersebut sangat serius dan sebaiknya Panglima TNI tidak ragu-ragu bertindak tegas untuk membuktikan ucapannya. Jika tidak dikhawatirkan akan banyak serangan opini dari pihak-pihak yang merasa terpojok, atas ucapan Panglima TNI. Dalam Pidatonya Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo mengatakan ada upaya amoral politik dari pihak-pihak tertentu demi menduduki jabatan kekuasaan, sehingga bisa membahayakan keberlangsungan Negara.

“Sebagai seorang Panglima yang memiliki amanah untuk menjaga NKRI, maka sudah menjadi kewajiban Panglima untuk berupaya menyelamatkan bangsa dan negara dari rencana-rencana jahat pihak tertentu yang ingin merusak fungsi-fungsi lembaga-lembaga negara untuk kepentingan kelompoknya. Panglima tidak perlu ragu dalam bertindak, tangkap orang-orang tersebut, segera buka kejahatan-kejahatan mereka di hadapan masyarakat, agar masyarakat tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi di lingkaran elit,” kata Bastian melalui pesannya, Senin (25/09/17).

Selama ini yang kita tahu hanya luar-luarnya saja, namun dalam waktu yang sama masyarakat juga merasakan berbagai macam persoalan bangsa yaitu kehidupan masyarakat yang semakin sulit, pemberantasan korupsi yang lemah, kebangkitan komunis, maraknya investasi asing di Indonesia, sehingga ketika Panglima TNI mengeluarkan statemen yang keras terkait ada upaya amoral politik, maka timbul persepsi dalam benak masyarakat yang menghubung-hubungkan antara persoalan bangsa dengan situasi panas yang terjadi dalam tubuh elit yang berkuasa.

Dari hasil pengamatan saya, tambah Bastian, “hasil survey di media sosial, hingga hari ini mayoritas masyarakat masih lebih percaya kepada Panglima TNI Gatot Nurmantyo daripada Menkopolhukam Wiranto. Klarifikasi dari Wiranto seolah-olah menyangkal informasi yang disampaikan oleh Panglima Gatot yang mengklaim mendapatkan informasi A1 dari Badan resmi Intelijen Militer. Jika demikian sama saja Wiranto mempersalahkan informasi yang diberikan oleh Intelijen kepada Panglima TNI, oleh karena itu Panglima harus segera membuktikan ucapannya agar kepercayaan masyarakat yang sudah begitu tinggi kepada TNI tidak luntur secara perlahan. (Elwan)