Geprindo : Lembaga Survey Mainstream Gerombolan Pelacur

0
288

Inapos, Jakarta.- Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak, menilai banyaknya lembaga survey yang tidak netral. Ia mengatakan, jijik dan bosan melihat kelakuan lembaga-lembaga survey pro pemerintahan, sok pintar, sok benar, padahal mereka lembaga survey bayaran tukang tipu-tipu. Lembaga-lembaga yang sama sudah beroperasi sejak 2014 kerjaannya giring-giring opini, buat polling, quick count dan sebagainya. Isi datanya palsu, sesuai dengan pesanan sponsor cukong-cukong besar, tuan-tuan pemilik-pemilik dollar. Para pelacur intelektual ini tidak ada bedanya dengan media-media bayaran, sama-sama melacurkan data dan fakta, tujuannya tidak lain untuk memuaskan birahi kekuasaan cukong-cukong konglomerat hitam. Mereka bekerja untuk uang tidak perduli dampak kehancuran pada demokrasi. Demokrasi dicemarkan, di rusak sehingga tujuan demokrasi pun tidak tercapai.

“Prediksi yang meleset jauh terkait pilkada kemarin menandakan ada sesuatu yang terjadi. Ada rencana yang gagal, sehingga angka-angka yang di setting sebelumnya berubah jauh. Para pelacur intelektual ini langsung buru-buru mengeluarkan statement, pura-pura terkejut dan ada yang memuji-muji salah satu paslon seolah-olah kesuksesan salah satu paslon dalam menaikan elektabilitas dalam waktu singkat, padahal itu semua omong kosong, ada settingan yang gagal, plan A gagal, maka berlanjut ke plan B, namun sayangnya kita juga yang terlalu polos, ada yang menanggapi serius puja-puji palsu dari kubu tukang tipu, dengan polosnya kita memberikan kiat-kiat sukses dalam menaikan elektabilitas, kita tidak sadar kita sedang di tipu habis-habisan oleh para pelacur intelektual,” tukas Bastian dalam pesan yang diterima, Kamis (28/06/18).

Hasil survey pra Pilkada meleset jauh, buru-buru mereka keluarkan quick count, apakah kita masih mau percaya dengan hasil quick count lembaga survey tipu2 itu? Katakan tidak?, Kawal dan tunggu hasil perhitungan resmi KPU.

Lembaga survey abal-abal tersebut, sambungnya, “yang telah memonopoli pemberitaan di media-media mainstream, sadarkah kita persepsi kita sedang di jajah oleh lembaga-lembaga survey pro pihak tertentu bersama dengan media-media mainstreamnya?, sungguh betapa polosnya kita, nurut, seperti kerbau di cucuk hidungnya,” kata Bastian.

Saya mengajak seluruh rakyat indonesia yang menginginkan perubahan untuk berhenti mempercayai lembaga-lembaga survey mainstream yang selama ini terang-terangan berpihak pada pihak-pihak tertentu. Kita harus melawan segala bentuk penipuan dan pengkhianatan terhadap demokrasi di Indonesia, kita kecam keras lembaga2 survey pelacur intelektual perusak demokrasi. Kita desak agar mereka dibubarkan, kita tantang audit data-data yang mereka miliki yang selama ini menjadi dasar aksi tipu-tipu mereka, setelah itu kita gugat mereka karena turut serta merusak demokrasi dan menghancurkan NKRI. (Elwan)