Gentari: Waspadai Manuver Kelompok Pemecah Belah

0
111

Jakarta.- Organisasi Gerakan Cinta Negeri (Gentari) menggelar konferensi pers dengan mengusung tema ‘Refleksi Gentari: Covid-19 & Ho Ho Baliho, di Rumah Rakyat, Tebet, Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Para habib, ulama, tokoh masyarakat hingga aparat TNI dan Polri diingatkan supaya terus berpegang teguh kepada prinsip saling menghormati dalam rangka meningkatkan potensi bingkai persatuan nasional.

Hal itu disampaikan langsung Ketum Gentari Habib Umar Al-Hamid, dirinya juga meminta agar semua unsur-unsur itu mewaspadai manuver kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan maksud memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Tetap waspada menghadapi kelompok tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah,” kata Habib Umar.

Kelompok-kelompok ini, kata Habib Umar, menciptakan konflik antar elemen anak bangsa untuk memuluskan jalannya mengeruk kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia dan menggadaikannya untuk kepentingan politik asing dan aseng.

Kerisauan Habib Umar ini, dilatari oleh banyaknya penolakan terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) yang belakangan disikapi secara berlebihan oleh negara.

Padahal, sambung Ketum pertama PA 212 ini, pulangnya Habib Rizieq Shihab merupakan hal yang biasa namun oleh pemerintah dianggap seolah menjadi ancaman negara.

“Kami meminta agar negara tetap fokus saja pada percepatan penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi serta menertibkan dominasi kekuatan pada pemerintah yang bekerja tidak amanah,” katanya.

Dia menambahkan, Gerakan Cinta Negeri ini juga mengultimatum kepada pihak-pihak yang coba atau sedang melakukan upaya-upaya mengadu domba antara TNI-Polri dan FPI agar mengurungkan niatnya.

“Mustahil mengadu domba mereka, karena ketiga unsur itu adalah bersaudara, dan ketiganya adalah anak kandung pertiwi,” pungkasnya.

Sementara Anhar Nasution secara pribadi menyesalkan sikap TNI, yang secara sengaja mencopot baliho HRS beberapa waktu lalu sempat menggemparkan masyarakat.

“Saya yakin masih banyak TNI yang berpegang teguh dalam menjaga kedaulatan bangsanya, saya sebagai mantan DPR RI Komisi I menyesalkan atas tindakan TNI tersebut,” ungkapnya.

Tampak hadir dalam konferensi pers tersebut diantaranya, Habib Umar Al-hamid, Amir Hamzah, Daud Poliradja, Anhar Nasution serta tokoh lainnya. (El)