Gelaran Pekan Olahraga Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) IX. Er

SURAKARTA.- Ketua Dekranasda Jateng Atikoh Ganjar Pranowo menyambut baik upaya Kementerian Agama mendorong insan pondok pesantren untuk berwirausaha.

Salah satunya, dengan bantuan inkubasi bisnis, yang tak hanya meningkatkan kapasitas santri di bidang agama, melainkan juga mendorong kemandirian ekonomi.

Demikian disampaikan Atikoh saat menghadiri UMKM Expo dalam rangkaian Pekan Olahraga Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) IX, Rabu (23/11/22).

“Ini sesuai juga dengan tema Pospernas kali ini, Gerak Santri Bangkit Negeri, dengan gotong royong bersama membangkitkan negara kita,” ujar Atikoh.

Pameran tersebut diikuti UMKM dari Jawa Tengah dan luar provinsi. Untuk Jawa Tengah, sedikitnya 16 UMKM binaan pemerintah provinsi, Pemerintah Kota Surakarta, serta pemerintah kabupaten/ kota, menjual produk terbaiknya. Baik kerajinan, maupun makanan. Selain itu, juga empat pondok pesantren di Jateng.

“Ada pula partisipan stand dari luar Jawa Tengah. Yaitu DIY, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, NTB, NTT,  Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Lampung, dan Bengkulu,” ujarnya.

Atikoh mengapresiasi penyelenggaraan Pospernas di Surakarta, yang merupakan salah satu daya ungkit perekonomian masyarakat pascapandemi Covid-19.

“Tak hanya mempererat silaturahmi, tapi juga meningkatkan hunian hotel, mengangkat kuliner, dan kerajinan lokal,” jelasnya.

Sementara itu, Penasihat DWP Kementerian Agama RI Eny Retno Yaqut Cholil, menjelaskan, pameran produk unggulan pondok pesantren se-Indonesia dan UMKm se-Jateng itu akan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian dan penguatan ekonomi, khususnya di pesantren.

Diakui, kemandirian pesantren menjadi program utama Kemenag, karena strategis dan realistis. Pertimbangannya, pesantren memiliki sumberdaya manusia yang melimpah, di mana saat ini jumlah santri di Indonesia mencapai 4,4 juta orang yang tersebar di 37.626 pondok pesantren. Dukungan dunia usaha pun terbuka luas. Mereka bisa menjadi bapak asuh, membantu percepatan ekonomi bisnis berbasis digital, serta berkolaborasi dalam pengembangan produk halal di Indonesia.

Kemudian, imbuh Eny, adanya komitmen pemerintah untuk membentuk Badan Usaha Milik Pesantren, yang pada 2024 mendatang ditargetkan terbentuk 3.500 BUMPes. Tahun ini 500 pesantren menerima bantuan inkubasi bisnis, dan akan terus berkembang pada tahun depan.

Hopefully, ke depan teman-teman santri kita yang makin bangkit bergerak, mandiri dalam dunia usaha. Ini salah satu langkah awal yang mau tidak mau kita butuhkan, karena sekarang alangkah baiknya ilmu-ilmu agama yang telah dibekali santri, dibarengi juga dengan life skill yang lain. Ke depan akan makin banyak inkubasi bisnis,” tandas Eny.

Diketahui, Pekan Olahraga Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) IX, di Stadion Sriwedari, 23-25 November 2022 diikuti puluhan stand UMKM dari dan luar Jawa Tengah dan  beberapa di antaranya dari pondok pesantren.

Adapun kegiatan tersebut dibuka Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI Eny Retno Yaqut Cholil, Rabu (23/11/2022). Hadir pula Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo, dan Ketua Dekranasda Kota Surakarta Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka. (Er)