Geger, Tragedi Berdarah Di PI

0
672

Cekcok Dimulai Dari Ruang Hall

 

INAPOS, Babel РPertikaian yang terjadi di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM)  bergengsi di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), mengakibatkan Doni (23) harus menghembuskan nafas terakhir. Doni yang merupakan korban penusukan adalah pemuda Malang Lepau Desa Burung Mandi Kecamatan Manggar Kabupaten Beltim.

 

Tepatnya, pada malam minggu (1/10) Korban bersama rekannya menikati hiburan malam di THM yang sekelas Diskotik. Yaitu tepatnya di Puri Indah (PI). Entah kenapa Korban terjadi cekcok dengan Angga yang merupakan pelaku pebusukan.

 

Ketika mereka cekcok, teman pelaku yaitu hendra sempat melerai, selanjutnya mereka melanjutkan perkelahian ke areal kolam renang PI tersebut.

 

Kemudian, pertikaian terjadi, pelaku sempat terkena serangan botol dibagian kepala, merasa mendapat serangan, Pelaku membalas serangan dengan menghunuskan pisau yang dibawanya, ternyata pisau yang dihujamnya menembus pangkal lengan kiri korban.

 

Diperkirakan, Merasa menerima serangan sehingga Korban mundur dan turun kebawah tepat ke bagian halaman PI, Pelaku yang panik langsung melarikan diri.

 

Korban sempat dilarikan ke Klinik terdekat, namun karena luka yang dialami cukup serius bahkan mengeluarkan banyak darah, akhirnya korban meninggal dunia.

 

Kejadian pertikaian sekitar pukul 02.30 wib, namun gerak cepat jajaran kepolisian Polres Beltim sehingga Pelaku dapat diamankan berselang 4 jam setelah kejadian, Pelaku ditangkap di Desa Selinsing Kecamatan Gantung, Kabupaten Beltim.

 

Atas kejadian tersebut, harus terlihat pemandangan Police Line (Garis Polisi). Tepat di halaman tengah PI Manggar terpampang bekas tumpahan darah yang telah dikelilingi oleh garis olak Tempat Kejadian Perkara (TKP).

 

Dibenarkan oleh Kapolres Belitung Timur, AKBP. Nono Wardoyo, SIK, MH melalui Kasat Reskrim, AKP Ferrey Hidayat bahwa adanya kejadian tersebut, “pada hari Minggu tanggal 01 Oktober 2017 pukul 03.00 wib bertempat di Puri Indah Desa Baru Kec. Manggar Kab. Beltim telah terjadi TP Penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.” Ungkap Ferrey. Minggu (1/10).

 

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari saksi, Hendra yang malam itu berada dilokasi ( Puri Indah ) menerangkan, telah terjadi cekcok mulut antara Korban dan Pelaku, kemudian Hendra menegur Korban dan Pelaku agar tidak berkelahi di hall PI.

 

Selanjutnya, cekcok berlanjut hingga menuju area dipinggir kolam renang PI. Ditempat tersebu ternyata Korban telah ditunggu oleh Pelaku yang membawa senjata tajam ke areal diskotik, yang kemudian Pelaku mendekati korban dan menusuk/melukai korban DN (23) dengan menggunakan pisau yang dibawanya, sehingga mengakibatkan luka tusuk dibagian lengan sebelah kiri sehingga korban mengalami pendarahan cukup serius.

 

Berselang usai kejadian tersebut, kemudian Pelaku inisial ANG melarikan diri, terus, beberapa orang yang melihat korban terkapar penuh darah, korban langsung dilarikan ke Klinik terdekat untuk diberikan pertolongan. Namun, Akibat pendarahan yang cukul serius, akhirnya korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.

 

Pelaku menuturkan, dirinya hanyalah mengenyam pendidikan sampai kelas 3 Sekolah Dasar. Dirinya merantau ke Belitung karena salah seorang kakak kandungnya telah menetap di Dusun Seberang bersama ibunya.

 

Keseharian pelaku ikut bekerja sebagai penambang rajuk milik H. Joni. Penghasilan yang ia terima tidak menentu, tapi ia memiliki kendaraan jenis Yamaha R12 yang dicicil dengan sistem potong gaji sebesar Rp. 2 juta perbulan.

 

Sementara itu, keterangan resmi Satreskrim Polres Beltim menyebutkan, pertengkatan karena urusan perempuan. Pelaku dan rekan-rekannya merasa tidak terima dengan perkataan korban soal perempuan yang menjadi pacar rekan pelaku.

 

Meski tidak ada kepastian kondisi korban dan pelaku, apakah dalam keadaan mabuk atau tidak saat terjadi pertengkaran tetapi diduga mereka dalam kondisi diluar kesadaran. Perbuatan korban terhadap pelaku memancing emosi sehingga kalap dan berujung kematian akibat senjata tajam.

 

Pelaku sempat diduga masih dibawah umur karena pelaku belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)

(Dny/Imron.L)