Garda NTT Layangkan Mosi Tidak Percaya di Depan Mabes Polri

0
59

Jakarta.- Kasus meninggalnya Ansel Wora yang diduga korban pembunuhan yang sudah lebih dari 100 hari belum terungkap hingga hari ini (12/2/2020). Garda NTT yang ada di sekitar Jabotabek melakukan aksi di depan Mabes Polri untuk menyuarakan keprihatinan warga NTT atas lambannya pengungkapan kasus itu.

Sekjen Garda NTT Marlin Bato menyampaikan, “untuk menjawab keresahan dan menjaga konflik horizontal serta menjaga ketenangan dan kedamaian warga NTT dalam orasinya mengharapkan Kapolri untuk secepatnya menuntaskan kasus ini,” kata Marlin, Rabu (12/02/2020).

Pihak Polda NTT dalam kesempatan audiensi bersama massa Aksi minggu lalu di Mapolda NTT Jumat (7/2) menjanjikan akan mengumumkan hasil otopsi dan hasil penyelidikan pada Selasa, 11 Februari 2020. Namun nyatanya pihak Polda NTT kembali ingkar janji. Hal ini membuat masyarakat dan pihak keluarga korban semakin ambigu sebab mencari keadilan di NTT sama seperti mencari jarum dalam jerami.

Berdasarkan ‘asas hukum pidana berbunyi; In Criminalibus, Probantiones Bedent Esse Luce Clariores Dalam perkara pidana, bukti-bukti harus seterang cahaya’. Dalam kasus Alm. Ansel Wora, asas ini terpenuhi karena bekas-bekas luka irisan di kepala akibat kekerasan benda tumpul. Lalu ditambah lagi beberapa kronologis peristiwa sebelum kematian beliau berdasarkan hasil investigasi pihak keluarga yang didukung dengan fakta-fakta dilapangan serta hasil wawancara Hasan alias Acan dan Isak yang beberapa kali mendatangi rumah korban untuk diajak ke pulau Ende sebelum akhirnya diduga dibunuh.

Dalam kasus ini, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap kurang lebih 50 orang. Juga berkali-Kali dilakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). dan status perkara sudah dinaikan dari penyelidikan ke penyidikan melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dengan Nomor B/305/Xl/2019 yang menetapkan peristiwa hukum ditambah pula Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) dengan nomor SPRINDlK/315/11/RESKRIM pada Tanggal 25 November 2019 yang diterbitkan oleh penyidik serta sejumlah rangkaian Gelar Perkara telah dilakukan Di Polda NTT.

Karena lamanya proses pengungkapan, sambung Marlin, “Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) melayangkan mosi tidak percaya kepada Polres Ende dan Polda NTT sebab kematian misterius ini mestinya sangat mudah diungkap namun nampaknya dipersulit. Kami menduga ada (Hidden Hand) tangan-tangan terselubung yang turut mengintervensi kasus ini,” tegasnya.

Oleh karenanya, Garda NTT menggelar unjuk rasa di Mabes Polri melayangkan mosi tidak percaya kepada;

1. Kapolres Ende, AKBP Achmad Muzayin.

2. Kapolda NTT Irjen Pol H Hamidin.

3. Wakil Direktur Reserse Umum Bpk. Anton Christian Nugroho yang memimpin penyelidikan dan penyidikan atas kasus ini.

Harapan kami warga NTT dimana tempat Lahirnya Pancasila menuntut keadilan agar kasus ini segera diungkap untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di bumi NTT. (El)