BerandaDaerahGaram Petani Belum Bisa Penuhi Kebutuhan Industri

Garam Petani Belum Bisa Penuhi Kebutuhan Industri

KOTA CIREBON.- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman gelar Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Nilai Tambah Dan Inovasi Produk Turunan Komoditas Pergaraman di Grage Hotel Cirebon, jl. Tentara Pelajar Kota Cirebon, selasa (20/3).

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Agung Kuswandono menuturkan, Garam hasil produksi petani di Indonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan industri. Karena, standar industri membutuhkan garam dengan kandungan Natrium Chlorida (NaCl) sebanyak 97%. Sedangkan garam hasil para petani masih berada di bawahnya, sekitar 88% hingga 94%.
“Garam produksi petani bukannya tidak bisa memenuhi kebutuhan industri. Hanya saja masih harus perlu diolah dahulu supaya bisa memenuhi kebutuhan industri. Begitu juga dengan garam impor,” tuturnya.
Masih menurut Agung, kalaupun ada garam petani yang mencapai kualitas tersebut, itu hanya berlangsung selama sekali panen saja. Untuk panen yang berikutnya, akan anjlok kembali.
Berdasarkan data, produksi garam di tahun 2017 sebanyak 1,2 juta ton. Sedangkan, yang dibutuhkan untuk industri adalah 3,7 ton per tahun. Karena itu, kata Agung, pemerintah terpaksa mengimpor garam untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri.
Meskipun begitu, lanjutnya, tidak semua industri membutuhkan standar garam yang tinggi. Pemerintah juga berupaya untuk memilah dan memilih industri mana yang mampu menerima kualitas garam hasil produksi para petani garam.
Untuk itu, tambah Agung, pemerintah melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan berusaha melakukan eksistensi garam untuk menaikkan produksi garam dalam negeri. Seperti menambahkan sekitar 10 ribu hektar untuk industri garam di wilayah-wilayah timur Indonesia. Sehingga bisa diharapakan akan menaikkan kualitas produksi garam petani.
“Kita juga akan mengenalkan proses pembuatan garam dan geomembran,” pungkasnya. (Kris).
RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments