Ganjar Minta Pemudik Tak Kucing-kucingan dengan Petugas

0
144

SEMARANG.- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat, terutama yang di Jabodetabek, untuk menaati larangan mudik yang ditetapkan oleh pemerintah. Dia juga meminta masyarakat untuk tidak kucing-kucingan dengan petugas demi bisa mudik ke kampung halaman.

“Saya dikirimi beberapa gambarnya, ada yang mobilnya dimasukkan ke dalam truk, ditutupi barang. Ada juga, nggak tahu bener apa tidak, orang naik kontainer. Tolong lah, jangan seperti itu, itu bahaya,” tegas Ganjar di Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Selasa (28/4/20).

Ganjar menegaskan, mudik dengan cara ngumpet-ngumpet justru berbahaya karena bisa mengancam nyawa. Selain itu juga berpotensi menyebarkan covid-19 ke keluarga di kampung halaman. Dia menceritakan, baru-baru ini tujuh orang pemudik yang naik travel ke Cilacap, seluruhnya dinyatakan positif covid-19.

Menurutnya, persoalan mudik memang kompleks. Ia meminta masyarakat menggunakan hati dan perasaan untuk memahami persoalan ini.

“Kalau anda bisa bertahan, tolong tetap bertahan. Nanti kami urus kok. Jangan khawatir, nanti kami urus. Setiap hari saya membalas WA, telpon, sms bahkan direct message (DM) soal itu. Ada mekanisme yang dapat ditempuh untuk itu, tolong patuhi peraturan pemerintah,” pintanya.

“Sekali lagi saya tekankan, tolong jangan pulang. Apalagi ngumpet-ngumpet itu bahaya. Nanti duduk empet-empetan dengan penumpang lain, udara pengap tidak sehat, tidak pakai masker, tangannya tidak dicuci dan sebagainya. Ini kan bahaya,” imbuh Ganjar.

Pihaknya akan terus mengantisipasi pemudik yang nekat pulang kampung. Bupati/wali kota sampai kepala desa se-Jateng, lanjut dia, sudah mempersiapkan protokol kesehatan masing-masing dan menyediakan tempat karantina.

“Bupati/wali kota dan kades sudah bagus responnya, kalau ada pemudik langsung dikarantina dengan baik. Mudah-mudahan ini bisa menanggulangi,” pungkasnya. (Red)