Galaxy A70: Layar Ala Bioskop dan Fitur Pengisian Baterai Terbaru

0
287

JAKARTA,- Akhir Maret lalu, Samsung melanjutkan rangkaian Galaxy A Series dengan menghadirkan Samsung Galaxy A70. Dan setelah melalui melewati proses pre-order melalui beberapa platform e-commerce sejak April lalu, Samsung Electronics Indonesia akhirnya secara resmi menghadirkan Samsung Galaxy A70 ke pasar tanah air.

Sejauh ini, Galaxy A70 menjadi Galaxy A dengan spesifikasi terbaik yang dipasarkan Samsung di Indonesia. Dan sebelum mengulasnya dalam rubrik review, PULSA akan berbagi kesan pertama yang PULSA dapatkan di masa awal penggunaan.

Sebelum itu berikut spesifikasi Galaxy A70 ini:

  • Layar:  6.7” FHD+ (1080×2400); Super AMOLEDInfinity-U Display
  • Kamera: Main: 32MP, F1.7+ Ultra Wide8MP, F2.2 (123°)+ Depth: 5MP, F2.2; Front – Selfie32MP, F2.0
  • Dimensi Bodi: 164.3 x 76.7 x 7.9mm
  • Prosesor: Chipset: Qualcomm SDM 675 Snapdragon 675 (11 nm)Octa Core (Dual 2.0GHz + Hexa 1.7GHz)
  • Software: Android 9.0 (Pie) dengan Samsung One UI
  • Memori: 6GB RAM, 128 GB Internal Storage, Micro SD Slot (up to 512 GB)
  • Konektivitas: 802.11 b/g/n 2.4 G, Bluetooth® v 4.2, ANT+ , USB Type-C, SIM Card Dual SIM (3 Slot), Single SIM (Nano-SIM) or Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
  • Baterai: 4,500 mAh dengan teknologi Super Fast Charging
  • Keamanan: On-Screen Fingerprint, Facial Recognition
  • Pilihan Warna: Black, Blue, White

Layar Lebar ala Bioskop dan One UI

Layar berukuran 6.7 inci milik ponsel ini memang melebihi kebanyakan ponsel yang ada dipasaran saat ini, bahkan jika dibandingkan dengan ponsel-ponsel di kelas premium sekalipun. Galaxy A70 ini bahkan memiliki layar dengan bentang diagonal terlebar diantara ponsel-ponsel lain yang dipasarkan secara resmi di Indonesia sejak 2018 lalu.

Beruntung, luasnya layar Galaxy A70 masih diimbangi dengan tipisnya bezel di sekeliling layar sehingga bodi ponsel tidak terlalu besar. Hal ini membuat ponsel masih terasa nyaman digenggaman. Apalagi dengan One UI yang berjalan dalam sistem.

Pengaturan Layar A70 dan Fitur Always On Display

Seperti diketahui Samsung telah merancang One UI sedemikian rupa sehingga nyaman dioperasikan dengan menggunakan satu tangan. Sebab semua pilihan dari menu bawaan (misalnya settings, kontak, browser, kalender dan lainnya) bisa dijangkau oleh ibu jari.

Seperti misalnya pilihan pengaturan dalam menu Settings hanya mengisi 2/3 area bawah layar sehingga semua pilihan pada menu Settings bisa dijangkau oleh ibu jari. Demikian pula pada browser bawaan Samsung yang menempatkan sejumlah menu seperti homepage, back/forward, bookmark dan menu lainnya di area bawah layar, sehingga lagi-lagi mudah digapai oleh ibu jari. Jadi pada dasarnya, berkat One UI, pengoperasian menu pada layar luas milik A70 tetap dapat dilakukan dengan satu tangan.

Ponsel ini menggunakan desain layar infinity-U yang telah digunakan Samsung saat memperkenalkan Galaxy M Series yang memulai debutnya tahun ini. Ponsel ini juga menggunakan panel kebanggaan Samsung , Super AMOLED, sebagaimana yang umum disematkan Samsung pada ponsel kelas premiumnya.

Tidak hanya luas, layar ponsel ni juga punya rasio yang “tidak biasa”, 20:9. Dengan rasio ini, layar Galaxy A70 terkesan lebar dan cinematic. Cinematic, sebab rasio selebar ini mendekati widescreen cinema ratio standard atau rasio standar bioskop layar lebar yang  berkisar antara 21:9 hingga 22:9.Rasio Layar Cinematic (20:9) Galaxy A70

Fisik Atraktif dan Biometrik Mutakhir

Selain layar, tampilan fisik Galaxy A70 juga cukup mengundang perhatian, pada unit warna hitam, ada semacam kilauan warna-warna pelangi (mejikuhibiniu) yang berpendar sesuai dengan cahaya yang terpantul padanya.

Sisi belakang ini hanya dihuni 3 kamera utama diarea kiri-atas dan logo Samsung di tengah. Tak ada pemindai sidik jari, sebab sensor biometrik satu ini di tempatkan dibalik layar mengikuti tren mutakhir yang belakangan muncul di sejumlah ponsel kelas premium dan flagship.

Tentang pemindai sidik jari ini, dirasakan kinerjanya memang tidak secepat milik S10 series yang telah mengadopsi teknologi Ultrasonic. Meski begitu, responsifitas sensor ini masih bisa ditolerir. Jika menghendaki fitur kemanan biometreik yang lebih instan, PULSA menyarankan untuk mengaktifkan fitur Face Recognition, sebab dari yang PULSA rasakan dipenggunaan awal ini, fitur pengenal wajah Galaxy A70 ini bekerja sangat cepat, bahkan pengguna tidak harus menghadapkan wajahnya dengan lurus ke arah kamera depan.

Triple Camera

Setup kamera utama ponsel ini mengingatkan pada Galaxy A50 yang belum lama juga dihadirkan Samsung ke Indonesia. Konfigurasinya pun serupa, ada kamera utama (wide), ultra-wide, dan depth sensor.

Bedanya, kamera utama Galaxy A70 ini memiliki resolusi yang lebih tinggi dibanding milik saudaranya tersebut (32MP berbanding 25 MP). Selebihnya, resolusi kamera ultra wide dan depth sensor pada keduanya sama.

Mode yang tersedia pada fitur kamera pun nyaris serupa, selain pilihan standar, foto dan video ada sejumlah mode penting diantaranya Panorama, Pro, Live Focus Bixby Vision dan AR Emoji. Disamping itu, tersedia pula fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang disebut Samsung sebagai Scene Optimizer.

Namun ada mode pada A70 yang tidak ada pada Galaxy A50 yakni mode Super Slow Motion untuk membuat video dengan gerak yang diperlambat sebagaimana yang ada pada Galaxy S dan Note Series yang merupakan ponsel-ponsel kelas premium dari pabrikan Korea ini. Bedanya jika pada Galaxy dan Note Series Mode Super Slow Motion ini merekam dalam kecepatan 960fps sementara pada ponsel ini kecepatannya hanya sebatas 480fps.

Baterai Besar dan Super Fast Charging

Salah satu hal paling menarik dari ponsel ini adalah bekal kapasitas daya pada baterainya yang tergolong besar 4500mAh. Memang wajar mengingat  layar lebar ponsel ini tentu membutuhkan banyak daya jika dimaksimalkan penggunaannya.

Baterai besar ini didukung fitur pengisan cepat yang dijuluki Samsung dengan Super Fast Charging yang menggunakan daya 20W. Teknologi Super Fast Charging ini merupakan pengembangan dari teknologi Adaptive Fast Charging yang selama ini digunakan Samsung pada beberapa produk Galaxy kebanggannya. Daya yang digunakan pun bahkan lebih tinggi dibandingkan dnegan kepunyaan Galaxy S10 Series (15W), yang merupakan kasta tertinggi di keluarga Galaxy. Charger yang digunakan pun unik dengan desain penggunaan kabel USB Type C ke USB Type C.

PULSA pun sempat secara khusus menguji baterai dan fitur pengisian cepat Galaxy A70, hasilnya selama penggunaan secara moderat selama sekitar 22 jam sejak ponsel ini memiliki daya baterai penuh terisi, persentase daya baterainya berkurang sekitar 52%.

Dan saat mencoba untuk mengisi baterai selama 15 menit, daya baterai bertambah 15% (dari 48% menjadi 63%) dan selama 30 menit daya baterai bertambah 33% (dari 48% menjadi 81%).

Status Baterai Setelah Penggunaan 22 Jam (kiri), Setelah di-Charge 15 Menit (tengah), Setelah di-Charge 30 Menit (kanan)

Jadi PULSA memperkirakan, untuk mengisi daya baterai ponsel ini yang terbilang besar, teknlogi Super Fast Charging terbaru Samsung ini membutuhkan sekitar 1,5 jam dari keadaan kosong hingga terisi penuh.(Red/Net)


Komentar Anda?