Freemasonry Serang Indonesia..!

0
79

Penulis : Ahmad Daryoko (Koordinator INVEST)

Dari desertasi DR. Athian dan Ustadz Fuad Al Hazimy bahwa Komunis dan Kapitalis itu bagaikan “tombak bermata kembar” nya Ideologi Yahudi bernama Freemasonry yang ber target men “sekuler” kan seluruh manusia diatas bumi ini agar tdk ada satu negara pun yang memiliki System kenegaraan dibawah bimbingan ajaran Tuhan. Atau Agama harus terpisah dari Negara.

Cara menerapkan Sekularisme lewat ;

1. Cara2 Komunis

Karena Komunis anti Tuhan (Atheis), maka otomatis Negara terpisah dari Agama. Otomatis tercipta System sekuler di Negara Komunis.

2. Cara2 Kapitalis

Kapitalis menerapkan strategi liberal dalam beragama. Kapitalis mengakui adanya Tuhan tetapi tdk harus satu spt Ideologi Islam. Sehingga dng alasan tidak ada agama yang dominan maka terciptalah System Sekuler di Negara spt Indonesia !

Apa target “sekularisme” yang diciptakan Yahudi itu ?

Yahudi menggunakan Komunis dan Kapitalis secara bersamaan dalam satu konsep “Freemasonry” tsb sejatinya untuk :

1. Membuat Aqidah tdk jelas.
2. Menguasai sumber daya alam.

Maka terjadilah fakta spt terjadi di Indonesia saat ini yaitu adanya sekularisasi yang makin massive (dng kriminalisasi tokoh2 Islam ) serta penguasaan sumber daya alam dan BUMN oleh China dan AS dalam program OBOR (One Belt One Road) dan Globalisasi.

Untuk melancarkan hal2 diatas maka diterapkan jurus Komunis dan Kapitalis secara bersamaan, misal tahun kemarin di ciptakan RUU HIP(bernuansa Komunis) yang berhasil dihentikan dng cara demo oleh elemen Islam yang anti Komunis. Namun disisi lain krn umat Islam disibukkan dengan demo RUU HIP , maka Kapitalis berhasil “mencaplok” PLN. Dan saat ini 90% PLN sudah dibawah kekuasaan Komunis China dan Kapitalis Barat.

KESIMPULAN :

Bagaimanapun ujung2 nya strategi Yahudi bernama Freemasonry (yang menggunakan Ideologi Komunis dan Kapitalis sekaligus) adalah penjajahan ekonomi sekaligus membuat Negara makin “sekuler”. Sehingga mudah untuk membuat seseorang menjadi “Kafir” !

Innalillahi wa Inna ilaihi roojiuunn !

MAGELANG, 3 MEI 2021.