FPI Sebut Pernyataan Menkopolhukam Bahwa HRS Akan Diderportasi Adalah Hoax Besar

0
336

INAPOS, JAKARTA,- Kabar kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (IB FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) terus melahirkan informasi-informasi yang diduga miring atau hoax.

Salah satu informasi atas kabar kepulangan IB FPI HRS itu adalah merupakan keinginannya sendiri. FPI pun membantah peryataan yang menyebutkan HRS pulang karena dideportasi.

“Jadi saya mau membantah ucapan-ucapan dari pihak-pihak tertentu, dari Menko Polhukam yang menyatakan bahwa Habib Rizieq overstay, mau dideportasi, itu hoaks dan bohong,” kata Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman kepada wartawan di kantor DPP FPI, Petamburan, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Munarman menegaskan bahwa selama Rizieq tinggal di Saudi, tidak ada masalah hukum dan tak memiliki catatan pelanggaran apapun. Rizieq menetap di Tanah Suci dengan visa long term atau multiple entry selama dua tahun.

Bantahan HRS akan dideportasi pun datang dari status Dpp_L1f yang diunggah pada 6 November 2020.

Dalam twittnya, Dpp_L1f menayangkan kegiatan HRS yang sedang melaksanakan itikaf.

“HRS melaksanakan itikaf di Masjidil Haram kemarin ba’da dzuhur hingga isya’ sblm kepulangan 3 hari kedepan. @mohmahfudmd kl dideportasi bisa bebas kayak gini?
#AhlanWaSahlanIBHRS

Twit ini pun mendapat 119 Retweet, 17 tweet kutipan dan 332 penyuka serta video ditayangkan mencapai 2.071 kali.

Bahkan, Dpp_L1f mengunggah pula  bahwa HRS bersama Ahbab Mekkah menyelesaikan pembacaan kitab karya HRS yg berjumlah 1000 halaman.

Dalam unggahan tersebut memperlihatkan lemari tempat menyimpan kita telah kosong dikarekan 4000 judul kitab telah dipacking untuk segera dikirim ke indonesia.