Forkopimda Kompak, Penanganan Covid-19 di Tegal Masih Aman

0
23

KABTEGAL – Meski termasuk zona merah, penanganan Covid-19 di Kabupaten Tegal masih cukup aman. Di tempat itu, tingkat keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) baru mencapai 53 persen.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau pelaksanaan Jogo Tonggo di Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Kamis (10/6/2021).

“BOR masih 53 persen, jadi belum tinggi. Masih ada bed kosong, ICU juga masih tersedia,” kata Ardie.

Selain itu, Ardie mengatakan pelaksanaan PPKM mikro dan Jogo Tonggo di daerahnya juga berjalan optimal. Masing-masing desa telah membuat posko-posko PPKM mikro sebagai upaya penanganan.

“Kami di backup oleh TNI/Polri, semuanya bekerja bersama-sama. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kabupaten/Kota tetangga untuk saling membantu kalau ada lonjakan. Mereka menegaskan siap bantu. Termasuk kami juga sudah meningkatkan vaksinasi,” ucapnya.

Ganjar cukup lega dengan kondisi tersebut. Apalagi, jajaran Forkopimdanya kompak untuk gotong royong bersama-sama menangani persoalan itu.

“Saya optimis, karena Forkopimdanya bagus. Kompak sekali. Tadi Pak Wakil Bupati sudah sampaikan, Dinkes juga, bahwa belum ada BOR yang sampai 100 persen. Jadi masih aman, ini juga saya lihat Jogo Tonggo-nya bagus, semuanya nyengkuyung membantu, bahkan warga Tegal yang kerja di daerah lain juga ikut membantu,” ucapnya.

Meski begitu, Ganjar meminta Pemerintah Kabupaten Tegal tetap menyiapkan kontingensi plan apabila terjadi situasi darurat. Kapasitas tempat tidur baik ICU maupun isolasi di rumah sakit harus ditingkatkan.

“Kalau kesulitan, langsung komunikasi dengan kami, agar segera dibantu dengan cepat. Jangan lupa koordinasi dengan Kabupaten/Kota di sekitarnya, agar bisa saling bantu,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Ganjar juga berpesan penanganan di hulu harus terus ditingkatkan. Edukasi dan sosialisasi pada masyarakat tentang protokol kesehatan tidak boleh berhenti.

“Prokesnya harus ketat, TNI/Polri siap membantu. Itu bahkan ada ormas Banser juga siap. Jadi harus terus cerewet,” terangnya.

Ganjar juga meminta Pemerintah Kabupaten Tegal melakukan pengecekan dengan serius persiapan pembelajaran tatap muka (PTM). Karena zona merah, Ganjar meminta Pemerintah Kabupaten Tegal memastikan semuanya aman.

“Karena zona merah, PTM dicek betul dengan PPKM mikro. Data epidemologinya dipakai, yang zona merah dalam PPKM mikro itu, jangan dulu PTM nya,” pungkasnya. (RS)