FKK, Tingkatkan Sinergitas Badan Litbang K/L

0
394

JAKARTA, INAPOS – Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan hari Rabu, 27 November 2018 mengadakan acara Forum Komunikasi Kelitbangan (FKK) guna meningkatkan sinergitas antara Badan Litbang Perhubungan dengan Badan Litbang di Kementerian/Lembagalain, serta BUMN, asosiasi maupun stakeholders sehingga dapat mendukung berbagai kegiatan prioritas Nasional yang terangkum dalam Nawacita, serta dapat menumbuhkan semangat berinovasi.

Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo menyampaikan laporan FKK ini. Menurut dia, kinerja Badan Litbang Kementerian Perhubungan belum optimal baik dari sisi kontribusinya terhadap kemajuan iptek di bidang transportasi maupun kontribusi terhadap pemenuhan realita kebutuhan atau penyediaan solusi bagi persoalan transportasi.

Oleh karena itu, optimasi peran Badan Litbang perlu dilakukan melalui sinergitas dengan semua pemangku kepentingan, termasuk industri, BUMN, dan akademisi.

Badan Litbang Perhubungan menentukan focus sasaran antara lain meningkatkan konektifitas transportasi, meningkatkan keselamatan transportasi, meningkatkan pelayanan transportasi, integrasi transportasi baik baik disimpul transportasi maupun integrasi wilayah, melakukan standarisasi terkait transportasi, membuat database transportasi, meningkatkan daya saing, pemanfaatan teknologi transportasi.

Sementara itu Kepala LIPI Dr. Laksana Tri Handoko, menyampaikan arahan kepada peserta FKK dengan topik “Penguatan Peran BadanLitbang dalam Menjawab Permasalahan Pembangunan SektorTransportasi”.

Selain itu, beberapa pembicara lain pada acara ini, diantaranya: Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo, dengan topik “Reposisi Badan Litbang Perhubungan dalam Mendukung Pembangunan SektorTransportasi”; Direktur Jenderal Penguatan Risetdan Pengembangan Kementerian Ristekdikti Dr. Muhamad Dimyati, dengan topik “Peran Riset danTeknologi dalam Mendukung Pembangunan Sektor Transportasi”; Kepala Bidang Standarisasi dan Kerjasama Pusjatan Kementerian PUPR, Prof Anwar Yamindengantopik “Strategi Penguatan Badan Litbang Kementerian PUPR dalam Mendukung Pembangunan Sektor Transportasi”; danKepala Badan Litbang Kementerian ESDM Drs. FX. Sutijastoto, MA, dengantopik “Strategi Penguatan Badan Litbang Kementerian ESDM dalam Mendukung Pembangunan Sektor Transportasi”.

Pada FKK tahun ini,  Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi,menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo,telah meminta lembaga penelitian agar mampu merespon dinamika perkembangan dunia yang semakin cepat, mulai dari Megatren Dunia 2045, serta revolusi industri 4.0.

Menurut Budi, hal itu akan menjadi tren perubahan teknologi yang didominasi oleh teknologi informasi dan komunikasi, juga harus siap menghadapi tantangan. Dengan kata lain, Lembaga Litbang tidak hanya berperan sebagai supporting bodies, namun juga menjadi bagian dari proses bisnis pengambilan kebijakan di Kementerian/Lembaga.

Menhub menegaskan, Badan Litbang Perhubungan dituntut untuk menjadi think tank Kementerian Perhubungan. Kedepannya Badan Litbang Perhubungan diharapkan menjadi institusi yang memberikan rekomendasi rancangan kebijakan dan rekomendasi pemanfaatan hasil pengembangan teknologi di bidangtransportasi, mengkoordinasi pelaksanaan pengkajian kebijakan di Kementerian.

“Khusus di bidangtransportasi, tantangan kedepan selain teknologi juga terkait dengan keselamatan, konektivitas, integrasi, kapasitas transportasi, Creative Financing dalam pembiayaan Infrastruktur, serta pengembangan transportasi yang berkelanjutan.”,tambahMenhub.

Badan Litbang Perhubungan telah memberikan kontribusi dalam pengambilan kebijakan di Kementerian Perhubungan, seperti Studi Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN), Pembentukan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ)dan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ), PerencanaanTol Laut dan Optimalisasi Program Tol Laut, Study  Tatrawil dan Tatralok serta banyak penelitian yang telah dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, dan diharapkan kontribusi yang lebih besar dari sebelumnya.

“Untuk itu, saya minta Sekretaris Jenderal serta Badan Litbang Perhubungan untuk mengkaji redefined organisasi Badan Litbang Perhubungan guna penguatan dan optimasi organisasi Badan Litbang Perhubungan”. tutupMenhub.(red)

Foto: Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. (ist)