Hasbi Pora: Generasi Muda Harus Bangga dan Tetap Pertahankan Nilai-Nilai Budaya Serta Kearifan Lokal.

INAPOS, SOFIFI- Momentum Legu Gam tahun 2019 ini kita hadirkan kembali fenomena kekuasan para Raja sebagai sebuah manifestasi dan refleksi tentang kejayaan para kesultanan Moloku Kie Raha.

“Kita harus mampu memberi ruang kepada publik dalam mengenal dan melestarikan budaya dan sejarah di jazirah Al Mulk, sehingga interaksi yang bersifat kemajemukan terurai dalam bingkai adat se-atoran dalam kehidupan bala kusu se kano-kano dan masyarakat Maluku Utara pada umumnya,” hal itu disampaikan Asisten I Setda Gubernur Maluku Utara, Hasbi Pora, Minggu (30/3) pada acara pembukaan Legu Gam, di Sonyie Lamo, Salero.

Terkait dengan hal itu, dirinya mengatakan untuk meregenerasikan nilai-nilai budaya dan adat-istiadat di wilayah Maluku Utara ini, agar generasi muda kita bangga dengan budayanya sendiri.

“Peristiwa hari ini tentunya memiliki makna dan fakta sejarah yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh masyarakat Kota Ternate dan Maluku Utara pada umumnya. Dalam catatan sejarah, kebesaran dan kejayaan di masa lalu, harus dapat dijadikan spirit bagi kita untuk menggalang komitmen mengembalikan kejayaan kesultanan dimasa mendatang,” tuturnya.

Lanjutnya, festival Legu Gam merupakan wujud implementasi dari rasa tanggung jawab Kesultanan di Jazirah ini dan Pemerintah Daerah terhadap eksistensi dan kemajuan masyarakat Maluku Utara.

“Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum ini sebagai mercusuar yang memberikan tuntunan kepada kita dalam membangun daerah ini, sehingga tatanan kehidupan masyarakat kita senantiasa dalam bingkai adat se-atoran,” ungkapnya.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pihak Kesultanan dan seluruh komponen masyarakat di daerah ini, atas terciptanya suasana aman, damai dan tenteram di wilayah Maluku Utara.

“Saya berharap suasana dan kondisi seperti ini, senantiasa terpelihara seperti dolo bololo “Ino Fo Makati Nyinga, Doka Gosora Se Balawa, Om Doro Yo Mamote“,” ucapnya.

Sementara itu Ketua penasehat Legu Gam, Kombes Pol. Lukas A. Dwiko Utomo, dalam sambutannya mengatakan bahwa, Legu Gam merupakan wadah pemersatu bagi Sultan dan bala kusu se kano-kano, sebagai bentuk rasa cinta pemimpin terhadap rakyatnya.

‘Kita terus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya yang telah dimiliki oleh seluruh masyarakat Moloku Kie Raha, khususnya masyarakat adat kesultanan Ternate,” ungkapnya.

Selain itu menurut dirinya, Legu Gam juga merupakan ajang pergelaran kebudayaan Moloku Kie Raha dengan menjaga nilai dasar dan falsafah hidup masyarakat dengan adat se atoran, istiadat se kabasaran, cing se cingare, galib se likudi, sere se duniru, cara se ngale, loa se banar.

“Spirit nilai ini terus termanifestasi dan terimplementasi dalam kehidupan kita, baik secara pribadi maupun secara sosial,” jelanya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa, festival Legu Gam mempunyai fungsi diantaranya; fungsi religius, kesenian, pendidikan, ekonomi kreatif dan fungsi Pendapatan Anggaran Daerah (PAD), karena Kesultanan menjadi mitra pemerintah.

Selain itu Ketua Legu Gam, jo ngofa Hidayat Mudaffar Sjah, dalam sambutannya mengatakan bahwa, perayaan Legu Gam yang mengangkat tema “Ternate Mercusuar Indonesi, Indonesia Mercusuar Dunia” ini memiliki makna bahwa Ternate dan Kerajaan Moloku Kie Raha telah dikenal oleh bangsa asing karena merupakan penghasil rempah-rempah (Cengkih dan pala).

“Maluku Utara dikenal sebagai Kepulauan rempah-rempah dan menjadi komoditi utama sehingga banyak bangsa Arab dan  Eropa masuk kedaratan Maluku Utata,” jelasnya.

Dirinya juga berharap, kedepan tidak saja event Legu Gam yang dilaksanakan, tetapi juga event-event lain yang lebih mengglobal, sehingga dapat menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini.

“Saya berterimakasih kepada pemerintah daerah Maluku Utara dan Kota Ternate, dalam membantu terselenggarannya kegiatan Legu Gam ini. Dan saya berharap, ada dukungan dari pemerintah Pusat, untuk melaksakana event besar “Goheba” di Ternate pada tahun mendatang,” ungkapnya.

Hadir dalam acara itu, Asisten I Setda Gubernur Maluku Utara, Hasbi Pora, Sekot Ternate, Sultan Jailolo, Ketua Penasehat Legu Gam, Kombespol. Lukas A. Dwiko Utomo, Ketua Legu Gam Jo ngofa Hidayat Mudaffar Sjah, perwakilan unsur forkopimda Malut, dan para pemangku adat di Kesultanan Ternate serta para wisatawan dari Belanda. (Red)


Komentar Anda?