Ferdinand : Ada Genderuwo Ekonomi itu benar

0
255

JAKARTA,- Apa yang disampaikan oleh Sandi tentang Genderuwo Ekonomi itu benar. Ada genderuwo ekonomi yang membuat pengusaha ketakutan bisnisnya akan bangkrut karena ekonomi tak kunjung tumbuh, dunia usaha tidak sehat, hanya sehat bagi para pendukung penguasa saja, dan genderuwo yang paling menakutkan adalah kejaran pajak yang membuat pengusaha makin tertekan.

Demikian disampaikan Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean kepada media melalui pesan Whatsappnya, Selasa (13/11/2018).

Menurut Ferdinand, apa yang disampaikan oleh Sandi itu sudah betul. Bukan menakuti rakyat, karena yang membuat rakyat takut adalah penguasa.

“Rakyat takut BBM naik diam diam tengah malam. Rakyat takut utang ugala ugalan akan menekan ekonomi dan menjadi beban anak cucu. Rakyat takut lapangan kerja diserbu tenaga kerja asing. Rumah sakit takut preminya tidak dibayar oleh pemerintah melalui BPJS. Rakyat takut sakit karena rumah sakit mulai menurunkan standar sesuai keinginan pemerintah dalam program BPJS. Jadi ketakutan itu sumbernya kebijakan pemerintah, bukan Sandi atau politisi lain,” paparnya.

Lanjut Ferdinand, mengapa orang menyampaikan kebenaran dituduh menakut nakuti.

“Rakyat memang perlu diberitahukan fakta meski menakutkan bahwa bangsa kita sedang tidak sehat ekonominya. Faktanya defisit makin melebar disemua lini. APBN defisit, perdagangan defisit, pembayaran defisit,” Ia menjelaskan.

Menurut politisi Demokrat ini apanya ekonomi yang baik, Masa menyampaikan fakta ini disebut menakuti. Itu data dari pemerintah, Bank Indonesia dan BPS. Masa ini disebut menakuti. .

“Saya harus tertawakan mereka yang bicara bahwa menyampaikan kebenaran dianggap menakuti. Saya tegaskan, meski menakutkan, fakta harus disampaikan bahwa ekonomi tidak sehat. Maka kita butuh pemimpin baru 2019 nanti agar ketakutan itu semua kita hilangkan. Kita singkirkan gemderuwo ekonominya,” tutupnya. (Cep’s)


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here