Fakta Persidangan, Diduga Uang Rp 900 Juta Putus di Waras Wasisto

0
692

Dalam keterangan sejumlah saksi yang dihadirkankan dalam persidangan kali ini Senin 27 Januari 2020 di Pengadilan Tipidkor Bandung, uang senilai Rp 900 juta yang disebut sebut diterima terdakwa mantan Sekda Jawa Barat Iwa karnia, namun pembuktian dan keterangan saksi janggal terkait aliran dana tersebut.

Inapos Bandung – Mulai terkuak aliran dana Rp 900 juta yang diberikan Neneng Rahmi dan Hendry Lincoln, demi memuluskan kepentingan proyek pembangunan perizinan Meikarta melalui anggota DPRD Waras Wasisto, dalam keterangan persidangan di Pengadilan Tipidkor Bandung, terdakwa mantan Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa tidak pernah menerima uang tersebut.

Pemberian uang yang disebut-sebut atas permintaan mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Jawa barat Iwa Karniwa, kini mulai terkuak bahwa uang tidak pernah diterima baik dari ajudan maupun dirinya.

Iwa Karniwa yang didakwa telah menerima uang sebesar Rp 900 juta dari Meikarta, namun hingga saat ini pemberian uang tersebut tidak diketahui siapa penerimanya, bahkan Bener atau Spanduk yang disebut sebut telah dicetak dan menelan biaya hingga Rp 400 juta, sampai saat ini belum bisa dibuktikan secara fisik bentuk dan dokumentasi pemasangan bener tersebut.

Dalam persidangan kali ini yang menghadirkan 11 orang saksi dan satu terdakwa Iwa Karniwa, mulai terbongkar bahwa Iwa Karniwa tidak pernah menerima uang seperti disebutkan dalam keterangan saksi Soeleman dan Waras Wasisto.

Seperti yang dikatakan Waras Wasisto, salah satu saksi dari ke 11 orang yang dihadirkan dalam persidangan kali ini, Waras menyebutkan dirinya menerima uang dari Soeleman sebanyak 3 tahap, yang pertama Rp 100 juta, kedua Rp 300 juta dan ke Tiga 500 Ratus juta.

“Ya saya menerima uang dari Soeleman sebanyak 3 tahap, uang tersebut pemberian atau titipan dari Hendry Lincoln dan Neneng Rahmi, atas permintaan pak Sekda Iwa Karnia untuk kepentingan Pilgub Jawa Barat,”ucap Waras Wasisto saat bersaksi dalam lanjutan sidang dengan terdakwa Iwa Karniwa di pengadilan Tipidkor Bandung, jalan LL RE Martadinata Kota Bandung Senin (27/01/2020).

Dijelaskan Waras, uang tersebut diterimanya pertama Rp 100 juta dan kedua Rp 300 juta. Kedua tahap pemberian uang tersebut, diberikan kembali kepada saksi bernama James Yahezkiel, team kreatif dari Waras Warsito untuk dibuatkan Bener atau spanduk bakal pencalonan Gubernur Iwa Karnia.

“Uang 100 juta dan 300 juta saya serahkan ke James, uang tersebut saya perintahkan untuk eksekusi pembuatan spanduk pencalonan Gubernur Iwa Karniwa

Iwa Karniwa yang berencana akan maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2019 -2024 dari partai PDI-P, didukung oleh Waras Wasisto yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa barat dari Partai PDI-P. Memerintahkan teamnya James Yahezkiel untuk membuatkan spanduk dan memasangnya di 5 Kota dan Kabupaten.

“Uang yang saya terima 100 juta dan 300 juta saya serahkan semua ke James, uang tersebut saya perintahkan untuk dibuatkan spanduk, selanjutnya uang yang Rp 500 juta saya berikan ke terdakwa Iwa Karniwa melalui saudara saksi Eva Rosiana untuk diberikan ke ajudan terdakwa,”jelasnya.

Waras yang memerintahkan saksi bernama Eva Rosiana untuk mengantarkan bungkusan uang dalam tas coklat kebiru biruan, ke salah satu ajudan terdakwa atas perintah terdakwa.

“Pemberian uang tahap ke Tiga yang saya terima dari Soeleman, saya sampaikan kembali ke terdakwa, jawaban dari terdakwa untuk diantarkan kepadanya melalui ajudan, lalu saya perintahkan saudara saksi Eva untuk mengantarkannya ke ajudan Pak Iwa dengan memberikan nomor telfoun kepada saksi Eva,”ujar Waras dalam kesaksian di persidangan.

Dikatakan Waras, pemberian uang semilai Rp 500 juta tersebut diperkirakan bulan Desember 2017, namun anehnya berdasarkan keterangan saksi bernama Eva Rosiana kejadian tersebut bukan ditahun 2017, melainkan di tahun 2016 tepatnya pada bulan September saat pelaksanaan Pon.

“Saya memang pernah disuruh pak Waras mengantarkan sesuatu ke ajudan pak Iwa Karniwa, namun kejadian tersebut bukan di tahun 2017, melainkan di tahun 2016 tepatnya saat akan berlangsungnya pelaksanaan Pon bulan September,”ungkap saksi Eva Rosiana¬†saat bersaksi dalam lanjutan sidang dengan terdakwa Iwa Karniwa di pengadilan Tipidkor Bandung, jalan LL RE Martadinata Kota Bandung Senin (27/01/2020).

Eva pun menjelaskan perintah mengantarkan bungkusan kecil yang tidak diketahui apa isi bungkusan tersebut, kejadiannya bukan di Bekasi melainkan dirinya mengambil bungkusan tersebut di kantor Fraksi PDI-P jawa barat.

“Saya mengambil bungkusan yang diperintahkan untuk mengantar ke ajudan pak Iwa bukan di Bekasi, melainkan di kantornya pak Waras ruangan Fraksi PDI, saya masih ingat itu semua dan saya belum lupa, Pak Yedi pun mengetahui kejadian tersebut,”

Saat saya diperintahkan untuk mengantarkan bungkusan ke ajudan pak Iwa saya pun langsung pergi mengantarkan bungkusan tersebut, setibanya di kantor Pos Kota Bandung, saya hubungi nomor telfoun yang diberikan pak Waras atas nama Deni. Lalu saya berikan bungkusan tersebut dan saya sampaikan ini titipan dari pak Waras.

Melengkapi keterangan tersebut, salah satu saksi yang mengetahui Eva Rosiana yang diperintahkan untuk mengantarkan bungkusan berwarna biru yang diambil dari ruangan pak Waras, Yedi membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada tahun 2016, bukan di tahun 2017.

Saat itu dikatakan Yedi, dirinya melihat ibu Eva keluar dari ruangan Fraksi dengan memegang bungkusan bodibak berwarna biru, bungkusan tersebut dipegang ditangan kiri Eva Rosiana, diperkirakan sebesar tisu meja.

“Saya melihat ibu Eva keluar dari ruangan pak Waras dengan memegang bungkusan warna biru, dipegang ditangan kiri, lalu saya ikut mengantarkannya ke kantor Pos Kota Bandung, bungkusan tersebut diberikan ke seseorang yang ditelfoun ibu Eva ,”ucap Yedi saksi yang ikut dihadirkan pada persidangan 27/01/2020 terdakwa Iwa Karniwa.

Yedi pun menjelaskan kejadian tersebut tepatnya pada tahun 2016 bulan September, bukan ditahun 2017, pada tahun 2017 Yedi pernah mengantarkan Eva Rosiana ke Bekasi atau kerumah pak Waras, untuk mengantarkan makanan, bukan mengambil bungkusan.

Mendengarkan keterangan saksi antara Waras Wasisto, Eva Rosiana dan Yedi, Jaksa KPK Ferdian Adi Nugroho merasa bingung atas keterangan yang berbeda dari ketiga saksi tersebut.

“Kami bingung atas keterangan ketiga saksi tersebut, sementara pak Waras dengan ibu Eva keterangannya sangat berbeda dari tahunnya pun sudah berbeda 2016 dan 2017, selain itu bentuk barang pun berbeda, tinggal bagaimana kita saja nanti menganalisanya,”ujar Jaksa KPK Ferdian Adi Nugroho ketika diwancara inapos.com diruangan sidang¬†pengadilan Tipidkor Bandung, jalan LL RE Martadinata Kota Bandung Senin (27/01/2020).

Ferdian mengatakan bahwa pihaknya tetap optimis dalam pengembangan dan penangan kasus tersebut, intinya ini tidak putus di terdakwa Iwa Karniwa, kami akan tetap optimis dalam penangan kasus korupsi Meikarta, tutupnya. (Fal)